Indramayu,PN
Petani budidaya air tawar jenis ikan nila, kini mengeluhkan turun menurunya harga ikan di pasaran. Bila sebelumnya petani ikan nila bisa mendapatkan harga cukup lumayan kisaran Rp. 18.000/kilogram, namun Sudah satu bulan ini, harga penjualan ditingkat petani terus anjlok hingga 16.000/kilogram bahkan sudah sepekan ini hasil panen mereka hanya laku Rp. 15.000/kilogram.
Kondisi ini jelas mengurangi hasil keuntungan pengusaha tambak ikan nila . Beberapa sentra produksi ikan nila di Desa Babadan, Wanantara dan Penganjang yang banyak membudidayakan ikan nila sebagai komoditas andalan, tepaksa harus menelan kerugian. Hal ini disebabkan harga pakan yang cukup mahal disamping mereka juga mengelurkan biaya produksi temasuk biaya panen yang cenderung makin tingggi.” Selama ini harga pakan ikan, tidak pernah turun dan cenderung teus naik, bila dirata-ratakan harga pakan bisa mencapai Rp. 10.000/kilogram plus biaya panen dan pemeliharaan, maka bila harga julan rendah maka keuntungan petani makin tipis, bahkan bisa hanya tersisa keuntungan Rp. 2.000/kilogram itu pun dalam waktu lebih dari 3 bulan proses tanam,” tutur Mamat, 34 salah seorang petani ikan nila kepada Pelita News.
Anloknya harga ikan nila dipasaran,jelasnya disebabkan adanya proses panen disejumah sentra budidaya nila di Jawa Barat salah satunya dari daerah bending Cirata dan Jatiluhur serta wilayah Kuningan.” Kawasan produksi nila tadi, tengah berlangsung panen raya, sehingga berpengaruh pada permintaan ikan nila di sejumlah pasar ikan besar seperti Jakarta, tak jarang banyak bakul ikan yang tepaksa tidak bisa memasukan barangnya ke wilayah tersebut karena stok ikan melimpah,” tutur dia.
Sementara itu, sebagian petani tambak ikan nila di wilayah Indramayu saat ini memilih tetap bertahan memelihara ikan nila, sebagian dari mereka mengaku bila usaha tambak air tawar hanya bisa dilakukan dikawasan tersebut karena kurangnya mendapatkan pasokan air asin.” Meski dalam kondisi lesu penjualan, petani disini tetap memanam ikan nila mengingat kawasan ini tidak bisa di tanam jenis udang maupun bandeng karena tingkat pertumbuhannya tidak sebagus dikawasan pesisir pantai,” tutur Wasnadi, tokoh masyarakat setempat.
Para petani nila khsuusnya di sentar ikan air tawar berharap kondisi ini bisa kembali normal, seperti saat memasuki bulan puasa dan lebaran, dengan kondisi harga yang cukup baik.” Mudah mudahan bisa kembali harga nila membaik, sehingga petani kembali bersemangat dalam berbisnis ikan yang dikalangan pencinta kuliner bisa diminati sebagai ikan konsumsi seperti halnya ikan laut, karena rasanya tidak jauh dengan ikan kakap saat dioleh menjadi ikan bakar,” pungkasnya.**(ichsan).















