Pelita News I Indramayu – Bulan Ramadan telah berlalu, namun ada yang bekasnya masih dirasa oleh para pemintal benang Mitra Binaan PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan. Semangat untuk tetap berkarya sekaligus memperkuat nilai kebersamaan selama Bulan Ramadan lalu tercermin dalam Program CSR Seruni (Seni Terpadu Tenun Indramayu) yang diinisiasi oleh Kilang Balongan sejak tahun 2024.
Berlokasi di Desa Juntikebon, Kecamatan Juntinyuat, Indramayu, Program pemberdayaan dengan penerima manfaat sebanyak 8 orang penenun ini menjadi sala satu upaya Kilang Balongan dalam mendukung pelestarian tenun tradisional Indramayu sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya kelompok perempuan pengrajin di wilayah sekitar operasional kilang.
Tenun Indramayu sendiri merupakan sala satu warisan budaya lokal yang memiliki nilai sejarah dan estetika tinggi, meskipun keberadaannya belum sepopuler beberapa sentra tenun di daerah lain di Indonesia. Oleh karenanya, upaya pelestarian menjadi sangat penting agar tradisi tersebut tidak semakin tergerus oleh perkembangan zaman.
Melalui program Seruni, Kilang Balongan memberikan berbagai bentuk pembinaan kepada kelompok pengrajin, mulai dari pelatihan menenun, peningkatan keterampilan desain, hingga pendampingan usaha bagi para ibu rumah tangga di Kabupaten Indramayu. Program pelatihan ini juga dilakukan sebagai bagian dari upaya melestarikan tenun tradisional sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.
Selama bulan Ramadan yang lalu, aktivitas para pengrajin tetap berlangsung dengan suasana yang penuh kebersamaan. Momentum Ramadan juga dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan antar anggota kelompok melalui kegiatan berbuka puasa bersama setelah menyelesaikan aktivitas produksi.
Kreativitas para pengrajin turut berkembang dengan menghadirkan variasi produk tenun yang dapat digunakan sebagai busana maupun produk turunan seperti selendang, tas, hingga souvenir khas daerah. Selain itu, kelompok Seruni juga menghadirkan inovasi dengan mengembangkan koleksi tenun bernuansa khas lebaran, seperti motif yang lebih cerah dan elegan untuk busana Hari Raya Idul Fitri.
Keberhasilan pengelolaan kelompok Seruni tidak terlepas dari peran local hero, Daskinah, yang menjadi ketua kelompok pengrajin. Ia berperan aktif mengarahkan anggota kelompok untuk terus berinovasi dalam menciptakan motif dan desain tenun yang lebih variatif.
Kreativitas tersebut terus berkembang seiring dengan masukan dari pelanggan yang menginginkan produk tenun yang unik dan memiliki sentuhan modern.
Program Seruni merupakan bagian dari berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang secara konsisten dijalankan oleh Kilang Balongan untuk memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Melalui pendampingan berkelanjutan, Kilang Balongan berharap program Seruni dapat terus berkembang sebagai pusat kreativitas sekaligus pelestarian budaya tenun Indramayu.
Program ini tidak hanya menjaga warisan budaya daerah, tetapi juga memberikan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, sehingga mampu mendorong kemandirian dan kesejahteraan komunitas lokal secara berkelanjutan. @safaro














