Indramayu, PN
Dugaan adanya tarik ulur kebijakan wajib tes PCR bagi penumpang transportasi massal mengindikasikan masih bercokolnya mafia sehingga harus segera ditindak dan diputus seluruh jejaring praktik mafia tes PCR itu.
Ketua DPC Pro Jokowi (PROJO) Kabupaten Indramayu, Agus Suwarjono mendukung upaya pemberantasan mafia dimaksud. Karena menurutnya, biaya tes PCR membebani rakyat yang sedang susah dilanda pandemi Covid-19. Disisi lain gerakan vaksinasi kabupatenb/kota sudah masif, serta ada alat tes jenis lain yang jauh lebih murah.
“Kami meminta Presiden Joko Widodo untuk memerintahkan pihak terkait membongkar mafia tes PCR. Spekulasi publik mengenai hal ini harus dijawab oleh pemerintah. Jangan sampai ada penumpang gelap dalam pemberlakuan kebijakan test PCR,” tegas alumnus Pascasarjana Trisakti itu.
Agus menduga adanya tarik ulur kebijakan wajib tes PCR bagi penumpang transportasi massal mengindikasikan masih bercokolnya mafia sehingga harus segera ditindak dan diputus seluruh jejaring praktik mafia PCR tersebut.
“Saya kira tidak terlalu mendesak mengenai syarat wajib PCR bagi penumpang moda transportasi baik darat, laut, maupun udara. Beban biaya tes PCR membebani rakyat yang sedang susah dilanda pandemi Covid-19. Disisi lain gerakan vaksinasi kota kan sudah masif, serta ada alat tes jenis lain yang jauh lebih murah,” ujarnya.
Dia berpendapat bahwa kewajiban tes PCR bagi penumpang pesawat yang sudah divaksin tidak masuk akal. Percepatan dan perluasan vaksinasi oleh Pemerintah bersama rakyat seolah dianggap tidak ada.
“Kami dari DPC PROJO Indramayu mendukung Presiden Jokowi membersihkan mafia di pemerintahan terkait bisnis PCR tersebut. Kami juga mengapresiasi langkah awal Presiden dengan penurunan harga tes PCR dan tentu saja harus diikuti tindakan tegas untuk menghapus kewajiban PCR bagi penumpang pesawat udara,” tandas pengusaha muda ini.
Menurutnya, kewajiban tes PCR itu jelas menghambat percepatan ekonomi. “Mafia PCR membuat masyarakat ragu untuk bepergian untuk bisnis atau wisata sesuai prokes,” tegas mantan Ketua BPC HIPMI Indramayu ini. (saprorudin)















