Pelita News Indramayu
Kabupaten Indramayu merupakan daerah kantong Pekerja Migran Indonesia ( PMI) di tingkat Provinsi Jawa Barat bahkan nasional. Kondisi ini tentunya akan menambah jumlah purna PMI setiap tahunnya sehingga harus diimbangi dengan upaya pelatihan kewirausahaan agar mampu berdikari melalui pemberdayaan ekonomi terhadap perempuan para purna PMI.
Program Perempuan Berdikari ( Peri) yang digagas Bupati Indramayu Hj Nina Agustina SH M H CRA merupakan sebuah program pemberdayaan ekonomi yang diberikan kepada perempuan purna PMI asal indramayu dalam bentuk pelatihan kewirausahaan, pendampingan dan fasilitasi akses permodalan melalui perbankan yaitu dari Bank Jabar dan Banten (bjb) cabang Indramayu.
Program yang menyasar para purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) ini memang bertujuan membentuk kemandirian para purna PMI Indramayu dari sisi ekonomi.
Sebagaimana diketahui, Kabupaten Indramayu tercatat sebagai kantong PMI terbesar di Jawa Barat. Jumlah warga yang berangkat bekerja ke luar negeri hingga saat ini diperkirakan menembus angka di atas 20 ribu.
Kondisi ini mengundang keprihatinan Bupati Nina Agustina. Di awal kepemimpinannya, langsung meluncurkan 10 Program Unggulan yang salah satunya adalah Program Peri.
Program Peri ini ditindaklanjuti oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu yang segera menyusun langkah konkret pengaplikasian program ini ke masyarakat. Alhasil, melalui progam Peri ini, sudah banyak purna PMI yang merasakan manfaatnya.
Berbagai pelatihan keterampilan sudah dilaksanakan oleh Disnaker Indramayu seperti tata boga, tata rias dan kecantikan. Sampai tahun 2026, Disnaker Kabupaten Indramayu menargetkan memberikan pelatihan kewirausahaan bagi 6.340 purna PMI yang tersebar di 317 desa di wilayah Kabupaten Indramayu.
Pelatihan demi pelatihan terus dilakukan oleh Disnaker Indramayu, seperti halnya yang dilakukan melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Latihan Kerja (UPTD BLK) yang datang langsung disejumlah kecamatan menggelar kegiatan pelatihan wirausaha mandiri.
Dengan dilatihnya ibu-ibu usaha mandiri seperti membuat aneka makanan kue dan minuman prodak UMKM harapkan ibu-ibu bisa berdikari, dan bisa berwirausaha sendiri di lingkungan masyarakat masing masing. Dengan ini ibu-ibu bisa menambah penghasilan buat keluarga dan bisa membuat lapangan kerja baru. Dengan demikian, diharapkan perekonomian mayarakat semakin tumbuh dan kuat
Sementara itu, plt Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu Nonon Citra Wulandari melalui Kabid Ketenagakerjaan Asep Kurniawan didampingi Sudiryo kepada harian pelita News menjelaskan, program Peri sudah mendapat respon positif dari para purna PMI.
Melihat respon tersebut, Disnaker telah mempersiapkan agar program tersebut dapat lebih masif.,”Disnaker telah membentuk wadah bagi program Peri dengan adanya gerai dan kantin Peri yang ada di belakang gedung MPP tepatnya BLK dan LTSA disnaker Indramayu. Disini para UMKM Peri bisa menjual prodak mereka sekaligus mempromosikan melalui Digital Marketing Lapak Peri sehingga bisa mendorong pemasaran prodak kepada masyarakat luas,” pungkasnya (Duliman)















