Pelita News | Kabupaten Cirebon – Menjelang Pilkada Kabupaten Cirebon 2024, panggung politik semakin memanas dengan munculnya koalisi keempat dari partai-partai non-parlemen. Setelah sebelumnya diwarnai oleh koalisi besar seperti PDI-Nasdem, Gerindra-Demokrat-PKS, dan Golkar-PKB, koalisi baru ini siap mengguncang arena politik Cirebon. Pengumuman resmi mengenai koalisi ini disampaikan pada Rabu, 28 Agustus 2024.
Ketua Penjaringan Partai Non-Parlemen Kabupaten Cirebon, Mawa Bagja, mengungkapkan bahwa partai-partai non-parlemen telah melakukan konsolidasi dan menemukan pasangan calon bupati dan wakil bupati. Nama-nama pasangan tersebut masih dirahasiakan, namun pendaftaran mereka ke KPU Kabupaten Cirebon direncanakan segera dilakukan.
“Kami sedang mencari waktu yang tepat untuk mendaftarkan calon kami. Meskipun kekuatan kami mungkin dianggap lebih kecil, kami tetap optimis untuk bersaing dengan koalisi besar lainnya,” ujar Mawa Bagja.
Mawa Bagja juga menambahkan bahwa kemungkinan pendaftaran akan dilakukan pada hari Kamis besok, menjelang penutupan jadwal pendaftaran.
Dalam data pemilu Februari 2024, partai-partai politik yang memiliki kursi di parlemen Kabupaten Cirebon meraih total suara sah sebesar 1.279.290. Sementara itu, sebelas partai non-parlemen yang tidak berhasil menembus parlemen mengumpulkan 124.700 suara, atau sekitar 8 persen dari total suara keseluruhan. Beberapa partai tersebut meliputi Partai Buruh, Gelora, PKN, Hanura, Garda Republik Indonesia, PAN, PBB, PSI, Perindo, PPP, dan Partai UMAT.
Dengan basis suara yang cukup signifikan, koalisi partai non-parlemen berpotensi menjadi kuda hitam dalam Pilkada Kabupaten Cirebon. Semua mata kini tertuju pada koalisi ini, menantikan langkah selanjutnya dalam pertarungan politik yang semakin sengit.
Pilkada Kabupaten Cirebon 2024 semakin menarik dengan kehadiran koalisi keempat ini, menambah dinamika dan ketegangan dalam kontestasi politik mendatang. @Bams
















