Indramayu, PN
Untuk mengevaluasi kinerja dan menyampaikan kegiatan-kegiatan PGRI dari pengurus kabupaten/kota, pengurus PGRI Provinsi Jawa Barat (Jabar) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Konsultasi. Rakor yang dihadiri Asisten Daerah Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda 2) Setda Indramayu, Maman Kostaman serta para Ketua/perwakilan pengurus PGRI Kabupaten/Kota di Jabar ini dipusatkan di gedung PGRI Sindang Indramayu, Rabu (16/6).
Ketua PGRI Prov. Jabar, H. Dede Amar mengatakan Rakor Konsultasi pengurus PGRI kabupaten/kota di Jabar penting dilakukan karena dengan rakor tersebut pihaknya menjadi tahu tentang perjuangan guru ketika membuka PPDB tahun ajaran baru, nasib guru honorer, kesejahteraan guru hingga kekurangan jumlah guru di semua jenjang pendidikan dari TK/SD/SMP hingga SMA/SMK. Dari rakor itu sambungnya pihaknya menyimpulkan bahwa saat ini sedang darurat guru.
Perihal darurat guru itu kata Dede, pengurus PGRI dari semua tingkatan mulai kabupaten/kota, provinsi hingga pengurus nasional sudah melaporkan ke bupati/walikota, gubernur hingga presiden.
“Saat ini kita sedang darurat guru. Kondisi itu telah kami laporkan ke bupati/walikota, gubernur dan presiden,” kata dia disela-sela rakor.
Meski sedang darurat guru, sebutnya namun tidak sampai menimbulkan kegaduhan karena kekurangan itu sudah ditutupi oleh guru honorer.
Selain darurat guru kata Dede, di Jabar sedang darurat narkoba. Pasalnya sekira 140.000 masyarakat Jabar terkena narkoba. “Itu salah satu tugas kita untuk tampil dan mengajak semua pihak untuk memerangi narkoba agar generasi penerus bangsa terhindar dari penyalahgunaan obat-obat terlarang,” tandasnya.
Dede juga mengucapkan terima kasih kepada pengurus PGRI Indramayu dan Bupati Indramayu yang telah mengijinkan pertemuan ini dilaksanakan di Kota Mangga. Kemudian kenapa rakor konsultasi saat ini diselenggarakan di Kabupaten Indramayu, kata Dede, muaranya untuk memotivasi pengurus PGRI dari kabupaten/kota lainnya tentang prestasi luar biasa pengurus PGRI Indramayu salahsatunya telah memiliki gedung pertemuan yang luar biasa dan megah.
Gedung PGRI ini kata dia untuk saat ini masih terbesar di Jabar. “Gedung itu tidak saja dipakai untuk kegiatan PGRI tetapi untuk kegiatan lainnya baik kegiatan partai atau masyarakat. Ini menunjukan bahwa pengurus PGRI Indramayu memberikan ruang terbuka kepada siapapun,” puji Dede Amar.
Asda 2, Maman Kostaman atas nama Bupati Indramayu, Hj. Nina Agustina mengucapkan selamat atas diselenggarakannya Rakor dan Konsultasi PGRI Jabar di Kabupaten Indramayu.
Dengan kegiatan tersebut mudah-mudahan bisa mengurangi imbas Covid-19 terhadap dunia pendidikan. Artinya, bagaimana para pengurus PGRI bisa menciptakan kreatifitas terkait penanganan anak didik yang sudah lama tidak mengikuti pembelajaran tatap muka karena masih di tengah pandemi Covid-19.
“Kami berharap PGRI dengan pemkab terus bersinergi dan mengawal Visi Misi Bupati untuk mewujudkan Indramayu Bermartabat,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Indramayu, Malik Ibrahim mengucapkan terima kasih dan bangga pihaknya dipercaya sebagai tuan rumah kegiatan Rakor Konsultasi pengurus PGRI Prov. Jabar di Kota Mangga. “Ini sebuah kehormatan bagi kami,” kata Kabid Bidang Pembinaan SD Disdik Indramayu ini.
Dikatakan, pengurus PGRI Indramayu sebagai icon organisasi profesi yang mampu menyelenggarakan kegiatan-kegiatan organisasi sesuai dengan AD/ART, diantaranya kegiatan kemasyarakatan, kegiatan social dan kegiatan kemanusiaan. Kegiatan-kegiatan tersebut sambungnya sejalan dengan Pemkab untuk mewujudkan Indramayu Bermartabat.
Tekad mewujudkan Indramayu Bermartabat kata Malik diselaraskan/diimplememtasikan kepada seluruh jajaran anggota baik di jenjang TK/SD/SMP maupun jenjang SMA/ SMK.
“Kami tetap berkomitmen untuk mewujudkan organisasai profesi yang profesional dan muaranya bagaimana mensejahterakan anggota, membantu anggota memecahkan beberapa kesulitan baik dalam kegiatan edukasi maupun kegiatan lainnya,” ujar dia.
Ia juga mengucapkan terima kasih adanya peniliaan positif dari pengurus PGRI kabupaten/kota di Jabar jika pihaknya telah memiliki fasilitas gedung yang megah. “Adanya gedung itu salahsatunya berkat kepedulian Pemkab Indramayu yang terus mensuport organisasi profesi PGRI Indramayu baik pendanaan maupun pembinaan,” beber dia.
“PGRI tetap ada tetap berjuang dan sebagai organisasi profesi kami menampung aspirasi anggota dan mengimplementasikan aspirasi tersebut meski ada ketebatasan. Intinya, kami terus menciptakan konsolidasi dengan anggota agar PGRI Indramayu semakin kuat dan diakui oleh masyarakat luas,” tambah Malik. (saprorudin)















