Pelita News | Cirebon Timur – SMK Negeri 1 Lemahabang, Kabupaten Cirebon menggelar Pelepasan Siswa Kelas 12 Tahun Pelajaran 2025–2026 di GOR SMKN 1 Lemahabang, Rabu (6/5/2026). Rangkaian acara yang berlangsung sejak pukul 07.30 WIB ini dibuka dengan prosesi kirab panji, tari topeng, hingga sambutan kepala sekolah, sebagai tanda perpisahan 561 siswa kelas 12 yang telah menuntaskan pendidikan vokasi.
Rangkaian dilanjutkan persembahan Tari Topeng oleh Lucita Gayatri, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan saritilawah oleh Ahmad Riziq dan Faizah, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars dan Hymne Skensala, serta do’a bersama oleh Ahmad Labib, S.Pd.I.
Sesi sambutan dimulai dari Ketua OSIS Periode 2025–2026 Riko Dwi Alfano, pemutaran video dokumenter kelas 12, dan sambutan Perwakilan Kelas 12 Rifki Adiyansyah. Selanjutnya, Komite Sekolah Agus Edi Hartono, A.Md turut menyampaikan sambutan, diselingi persembahan Tari Jaipong oleh Marsela Jauzah, sebelum sambutan Kepala SMKN 1 Lemahabang Suhartono, S.Pd.
Dalam sambutannya, Suhartono, S.Pd menegaskan tuntasnya tugas sekolah. “Tunai sudah tanggung jawab amanah yang diberikan oleh orang tua. Bismillah saya kembalikan lagi 561 siswa siswi kepada orang tua masing-masing melalui Komite Sekolah,” ucapnya.
Ia berpesan agar lulusan menjaga nama baik almamater serta menjunjung karakter, kompetensi, dan integritas di dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.
“Kalian adalah duta Skensala. Bawa nama baik sekolah, berkarya untuk masyarakat, dan jangan berhenti belajar. Dunia industri butuh lulusan SMK yang adaptif dan berakhlak,” pesan Didi.
Prosesi Pelepasan Simbolis dilakukan dengan pelepasan atribut topi dan dasi oleh kepala sekolah Didi Sunardi kepada perwakilan siswa Rafa Aditia & Putri Indriani. Momen ini membuat orang tua dan siswa tak kuasa menahan air mata.
Pengawas Pembina, Drs. Solchudin, dalam sambutannya menekankan karakter.
“Ijazah hanya pembuka pintu. Yang menentukan masa depan kalian adalah etos kerja, kejujuran, dan kemauan belajar sepanjang hayat,” tuturnya.
Ketua Komite Sekolah Agus Edi Hartono, A.Md menyambut simbolis pengembalian siswa. “Sinergi sekolah dan orang tua berhasil. Kami siap mengawal anak-anak agar kompetensi yang di dapat tidak sia-sia,” ujarnya.
Rangkaian acara dirancang memadukan unsur budaya Cirebon, religius, dan kebanggaan almamater. Tari topeng dan jaipong itu merupakan identitas Cirebon, Saritilawah dan do’a jadi penguat spiritual anak-anak sebelum dilepas ke masyarakat.
Pelepasan siswa kelas 12 SMKN 1 Lemahabang tahun ini mengusung semangat SMK Bisa, SMK Hebat, Siap Kerja, Santun, Mandiri, Kreatif. Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan prosesi pengalungan medali, penyerahan cendera mata, dan foto bersama. @Ries















