Pelita News Kabupaten Cirebon
Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( PA GMNI ) Cirebon menegaskan kesiapan untuk menjadi mitra pemerintah yang terbuka terhadap kolaborasi, sekaligus tetap kritis dalam memperjuangkan pembangunan yang demokratis, transparan dan berkeadilan.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua PA GMNI Cirebon, Imam Yahya, S.Fil.I, M.Si, didampingi Sekretaris Asep Saefullah, S.Pd.I, dan Bendahara Sayidi, S.Pd, saat menghadiri pengukuhan DPD PA GMNI Jawa Barat dan DPC PA GMNI se – Jawa Barat periode 2026 – 2031 di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu ( 24/10/26 ) yang turut dihadiri juga oleh pengurus PA GMNI Cirebon lainnya.
Dengan mengusung semangat nasionalisme dan kerakyatan, PA GMNI Cirebon menempatkan diri sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil yang berkomitmen mengawal arah pembangunan agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat, ujarnya.
Kolaborasi dengan pemerintah dipandang sebagai ruang strategis untuk menghadirkan gagasan, mendorong solusi, dan memperkuat pelaksanaan kebijakan publik yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, kata Imam Yahya.
Namun, kemitraan tersebut tidak berarti menghilangkan sikap kritis ” PA GMNI Cirebon menegaskan pentingnya menjaga independensi, menyampaikan aspirasi masyarakat, serta memberikan masukan konstruktif terhadap berbagai kebijakan pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan kepentingan publik ” ucapnya.
Bagi PA GMNI Cirebon, pembangunan yang demokratis harus membuka ruang partisipasi masyarakat secara luas, sementara itu, transparansi menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik, dan keadilan harus menjadi prinsip utama agar hasil pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, ungkap Imam Yahya.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai – nilai nasionalisme dan kerakyatan yang menjadi landasan perjuangan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( GMNI ), tambahnya.
Nilai – nilai itu diharapkan tidak berhenti sebagai warisan ideologis, tetapi terus diwujudkan melalui kontribusi nyata, pemikiran kritis, dan keterlibatan aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, harapnya.
Pengukuhan kepengurusan PA GMNI Jawa Barat dan seluruh DPC PA GMNI se – Jawa Barat periode 2026 – 2031 juga menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, mempererat persatuan alumni, serta meningkatkan peran strategis organisasi dalam merespons berbagai persoalan pembangunan di daerah, terang Imam Yahya.
Di tingkat daerah, PA GMNI Cirebon diharapkan dapat terus mengambil peran dalam membangun dialog dengan pemerintah, masyarakat, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, tuturnya.
Sinergi lintas sektor tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendorong lahirnya kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, kata Imam Yahya.
Melalui komitmen kolaborasi yang tetap disertai sikap kritis, PA GMNI Cirebon menegaskan bahwa semangat nasionalisme harus diwujudkan melalui keberpihakan kepada rakyat ” persatuan bukan sekadar slogan, melainkan kekuatan untuk membangun daerah dan bangsa dengan menjunjung tinggi demokrasi, transparansi, serta keadilan sosial ” imbuhnya.
PA GMNI Cirebon berkomitmen menjadikan nilai – nilai perjuangan nasionalisme dan kerakyatan sebagai pijakan untuk terus berkontribusi bagi pembangunan yang inklusif, partisipatif, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat, pungkas Imam Yahya yang masih didampingi Asep Saefullah dan Sayidi. ( Nurzaman )













