Pelita News I Indramayu – Menutup safari kunjungan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat (Jabar) 2026, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indramayu, H. Yogi Kurniawan, Sekum, H. Maman Kostaman dan jajaran pengurus lainnya memonitoring sejumlah cabang olahraga (cabor) yakni Ikatan Motor Indonesia (IMI), Wushu, Gulat, Gimnastik, Selam dan Trialthon, Jumat (10/10/2026).
Safari kunjungan itu, untuk mengetahui perkembangan persiapan setiap cabor secara langsung, peluang meraih medali sekaligus memberikan dukungan moral kepada atlet dan pelatih yang tengah berjuang meningkatkan performa.
Diketahui, dari 44 cabor yang dipertandingkan, 34 cabor dinyatakan lolos babak kualifikasi (BK) dan berhak mengikuti ajang empat tahunan tingkat Provinsi Jawa Barat. Dari 44 cabor itu, KONI Indramayu menargetkan 65 medali terdiri atas 27 emas, 15 perak dan 23 medali perunggu.
Ketua KONI Indramayu, Yogi Kurniawan melalui Sekum KONI, Maman Kostaman mengatakan menutup safari kunjungan cabor, pihaknya memonitoring enam cabor yakni IMI, Wushu, Gulat, Gimnastik, Selam dan Trialthon. Total sudah 31 cabor telah dikunjungi. Sementara tiga cabor lainnya yakni cabor bulu tangkis dan catur, menjalani pembinaan melalui klub di Bandung dan terjun payung harus melaksanakan latihan di luar Indramayu karena keterbatasan fasilitas latihan di daerah.
Menurutnya, sebagian besar cabor telah menjalani program latihan secara intensif selama hampir tiga bulan terakhir. Hal ini menjadi modal penting bagi kontingen Kabupaten Indramayu untuk menghadapi persaingan dengan kabupaten dan kota lain di Jawa Barat.
“Kalau melihat hasil monitoring, motivasi dan semangat para atlet sangat luar biasa. Mereka memiliki keinginan kuat untuk memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Indramayu. Hampir tiga bulan terakhir masing-masing cabor sudah menjalankan program latihan dan persiapannya terus dimatangkan,” kata Maman.
Ia menegaskan, monitoring bukan sekadar kunjungan, melainkan bagian dari upaya KONI untuk mengetahui perkembangan persiapan setiap cabor sekaligus memberikan dukungan moral kepada atlet dan pelatih yang tengah berjuang meningkatkan performa.
“Untuk beberapa cabor, tentu kita melihat kondisi dan peluangnya masing-masing. Selam, misalnya, belum kami tetapkan target medali secara khusus. Triathlon juga menjadi tantangan tersendiri karena masih tergolong baru bagi kita. Namun, kami tetap berharap seluruh atlet bisa memberikan penampilan terbaik,” jelasnya.
Berdasarkan profil dan proyeksi prestasi kontingen KONI Kabupaten Indramayu untuk Porprov XV Jawa Barat 2026, kontingen dipersiapkan dengan kekuatan sebanyak 428 orang, terdiri atas 307 atlet, 106 ofisial, dan 15 personel satuan tugas (Satgas). Kontingen tersebut akan mengikuti 34 cabang olahraga yang dipertandingkan.
KONI Indramayu memproyeksikan perolehan sebanyak 65 medali, terdiri atas 27 emas, 15 perak, dan 23 perunggu. Proyeksi tersebut menunjukkan optimisme terhadap peningkatan prestasi dibandingkan capaian sebelumnya.
Sebagai perbandingan, pada Porda Jawa Barat 2018 Indramayu meraih 40 medali dengan rincian 12 emas, 9 perak, dan 19 perunggu. Kemudian pada Porprov 2022, kontingen Indramayu mencatatkan 60 medali, terdiri atas 16 emas, 13 perak, dan 31 perunggu.
Dalam proyeksi 2026, jumlah medali emas ditargetkan meningkat menjadi 27 keping. Dari sisi peringkat, Indramayu sebelumnya berada di posisi ke-18 pada 2018 dan naik ke posisi ke-14 pada Porprov 2022. Peningkatan tersebut menjadi pijakan untuk terus memperbaiki prestasi pada penyelenggaraan Porprov berikutnya.
Sejumlah cabang olahraga diproyeksikan menjadi penyumbang medali, di antaranya sepak takraw, terjun payung, akuatik, dan gulat. Dukungan terhadap cabor unggulan tersebut diharapkan dapat memperbesar peluang kontingen mencapai target yang telah disusun.
Meski demikian, proyeksi medali tetap menjadi sasaran yang harus diperjuangkan melalui persiapan matang, evaluasi berkala, serta dukungan seluruh pihak terkait.
Memasuki masa persiapan akhir, KONI Indramayu mengingatkan seluruh atlet agar tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga menjaga kondisi kesehatan, keselamatan, dan kesiapan mental.
“Waktu menuju Porprov XV Jabar 2026 semakin dekat. Kami berpesan kepada seluruh atlet agar tetap menjaga kesehatan, keselamatan, dan kondisi fisik masing-masing. Program latihan harus dijalankan dengan baik, tetapi jangan sampai mengabaikan pemulihan dan kebugaran atlet,” katanya. @safaro












