
Pelita News | Kab. Cirebon – Halaman depan eks Pabrik Gula Karangsuwung, Blok Puhun, Desa Karangsuwung, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon, berubah menjadi lautan sholawat dan panggung seni tadi malam, Kamis malam Jumat, 15 Oktober 2026.
Warga Blok Puhun sukses menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Sesepuh Warga Blok Puhun dengan konsep berbeda. Bukan hanya pengajian, tapi memadukan syiar Islam, pelestarian tradisi leluhur, dan kreativitas anak-anak kampung.
Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB itu dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan ratusan warga setempat.
Ketua Panitia, Ustadz Toto Sunanto, S.H., mengatakan kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi, meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, sekaligus mendoakan para sesepuh yang telah berjasa bagi kehidupan warga Blok Puhun.
“Ini bukan sekadar seremonial. Ini wujud cinta kita kepada Rasulullah SAW dan penghormatan kepada sesepuh. Kita ingin anak-anak tidak hanya jadi penonton, tapi jadi pelaku syiar,“ ujarnya.
Jika biasanya Maulid identik dengan ceramah dan hadroh, tadi malam ada yang mencuri perhatian: Teater Gotrok Karangsuwung yang dimainkan langsung oleh anak-anak Karangsuwung.
Pentas seni Islami ini menjadi bukti bahwa seni bisa menjadi media dakwah, pendidikan karakter, dan penyampaian pesan moral. Di tengah gempuran gadget, anak-anak kampung justru percaya diri naik panggung menyampaikan kisah Islami.
Acara juga diisi tausiyah keagamaan oleh penceramah kondang Ustadz Ramdan Januarsyah, M.Ag. dari Bandung, serta dimeriahkan Hadroh Al-Hasan Hijrah, drama Islami, dan Qasidah Jam’iyyah Yasin.
Tausiyah Ustadz Ramdan mengajak warga untuk mengambil hikmah dari keteladanan Rasulullah SAW, menjaga warisan kebaikan sesepuh, serta memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat bersama-sama mengambil hikmah dari keteladanan Rasulullah SAW, mendoakan para sesepuh, serta memperkuat persaudaraan,“ tambah Toto.
Warga terlihat antusias hingga akhir acara. Suasana berlangsung khidmat saat doa haul sesepuh dipanjatkan, meriah saat Teater Gotrok tampil, dan penuh keberkahan.
Panitia menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh elemen masyarakat sehingga tradisi keagamaan di Blok Puhun tetap lestari dan mampu memperkuat persatuan warga.
“Maulid Nabi dan haul sesepuh bukan hanya tentang mengenang, tetapi juga tentang meneladani, mendoakan, dan menjaga warisan kebaikan,“ pungkasnya. @Ries











