
Pelita News | Kab. Cirebon,– Kolaborasi pertanian Indonesia-Filipina semakin diperkuat melalui kegiatan Study Tour in Indonesia (SSTC Mango Indonesia – Philippines) yang di gelar di Desa Sedong Lor, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk pertukaran pengetahuan, inovasi teknologi, dan promosi produk mangga unggulan antarnegara.
Ketua Kelompok Tani Buah Sukamulya sekaligus Ketua Koperasi Bina Tani Mandiri, Hendrik Nurwanto, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar kunjungan, tetapi langkah nyata membangun jembatan bisnis dan ilmu pengetahuan antar petani dua negara.
“Ini momentum strategis untuk mempererat hubungan kerja sama Indonesia dan Filipina, khususnya di sektor mangga. Kita tidak hanya berbagi cara menanam, tapi juga bagaimana mangga bisa naik kelas jadi produk bernilai tinggi,“ ujarnya.
Rombongan delegasi Filipina diajak melihat langsung praktik budidaya mangga di Kelompok Tani Buah Sukamulya, Desa Sedong Lor, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon. Di sana, mereka berdiskusi soal pengelolaan kelompok tani, teknik peningkatan kualitas panen, hingga pertanian berkelanjutan.
Perhatian delegasi tertuju saat kunjungan berlanjut ke Koperasi Bina Tani Mandiri. Di sana mereka menyaksikan proses pengolahan frozen mango (mangga beku) – inovasi hilirisasi yang menjadi kunci memperpanjang umur simpan mangga, menjaga kualitas, dan membuka peluang pasar ekspor.
Inovasi ini dinilai Filipina sebagai model pengembangan yang bisa direplikasi, mengingat kedua negara memiliki kesamaan iklim dan tantangan pascapanen.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan lembaga riset. Turut hadir perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Direktorat Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, dan Kepala Bidang Hortikultura Provinsi Jawa Barat.
Kehadiran lintas instansi ini menunjukkan komitmen serius untuk membawa mangga Cirebon, yang dikenal sebagai salah satu sentra mangga terbaik nasional, agar mampu bersaing di pasar internasional.
Hendrik berharap sinergi antara petani, koperasi, pemerintah, lembaga riset, dan mitra internasional ini bisa menghasilkan kemitraan bisnis yang nyata, bukan hanya seremoni kunjungan.
“Kami berharap kegiatan Study Tour ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat persahabatan Indonesia-Filipina, meningkatkan kapasitas petani, serta membawa produk mangga Indonesia semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar global,“ pungkasnya.
Kegiatan SSTC Mango ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama jangka panjang, mulai dari pertukaran teknologi budidaya, pengolahan pascapanen, hingga joint promotion produk mangga Indonesia dan Filipina di pasar dunia. @Ries














