Indramayu, PN
Pertamina RU VI Balongan meresmikan sarana dan prasarana Direct Intake LSWR-V1250 ke Unit RCC, dimana sebelumnya Low Sulfur Waxy Reside (LSWR)-V1250 yang merupakan produk intermedia yang dihasilkan oleh Unit pengolahan Pertamina RU V harus melalui Unit CDU sebelum diproses ke Unit RCC.
Peresmian tersebut dilakukan oleh Direktur Operasi PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Yulian Dekri bersama General Manager (GM) RU VI, Hendri Agustian dan Direktur Feed Stock & Product Optimization PT KPI, Yoki Firnandi beserta perwakilan pekerja Pertamina RU VI dan PT KPI terkait.
GM RU VI Balongan, Hendri Agustian mengatakan bahwa Pertamina harus senantiasa relevan dan menyesuaikan diri dengan dinamika dan kondisi bisnis dalam industri Migas.
“Pekerja RU VI harus dapat berpikir kreatif untuk terus berinovasi serta mengimplementasikan hasil inovasi tersebut secepat mungkin,” kata dia dalam rilisnya melalui Unit Manager Communication, Relation & CSR RU VI Balongan, Senin (22/3).
Menurutnya, peresmian sarpas ini merupakan solusi sebagai bentuk antisipasi akan semakin sedikit dan mahalnya crude super heavy. “Melalui Direct intake ke Unit RCC akan meningkatkan ketersediaan ataupun kapasitas super heavy minimal sebesar 5% atau dari segi finansial akan meningkatkan keuntungan lebih dari Rp.16 miliar,” tandas Hendri.
Sementara itu, Direktur Operasi PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Yulian Dekri sangat mengapresiasi inovasi yang sudah dilakukan oleh pekerja RU VI. “Dengan mengoptimalkan Unit RCC maka akan meningkatkan performa RU VI sehingga akan menghasilkan keuntungan yang lebih baik lagi,” ujarnya.
Yulian Dekri juga berpesan agar Pekerja RU VI terus berpikir kreatif untuk terus menghasilkan inovasi – inovasi berikutnya.
“Resources terpenting dalam kilang RU VI adalah pekerja itu sendiri yang dengan kontibusinya akan membuat kilang RU VI bertahan dan tumbuh berkembang menghasilkan inovasi,” pesan mantan GM RU VI ini.
Pada acara persmian itu juga diisi dengan kegiatan impresive-Management Walkthrough (i-MWT) ke proyek RDMP Phase 1 dan Pit Stop Kilang Langit Biru Balongan (KLBB), serta Sharing Session (Direksi Menyapa) bersama para milenial RU VI. (saprorudin)















