Kab. Cirebon, PNDihari ketiga ini, tim Ojek Online (Ojol) tuntaskan penyaluran Program Paket Sembako BanProv Jawa Barat tahap kedua untuk 4 desa yang tersebar di wilayah Kecamatan Susukanlebak, Sabtu (18/7). Empat desa tersebut yakni Desa Karangmangu, Desa Susukanlebak, Desa Curug Wetan dan Desa Ciawijapura. Dimana Program Bantuan yang bersumberkan dari Anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2020 tersebut tidak lain guna Upaya Penanganan Warga Terdampak Pandemi Covid-19. Sebelumnya, di hari pertama penyaluran dilaksanakan di Desa Ciawiasih, Desa Sampih, Desa Susukantonggoh dan Desa Wilulang, Kamis (16/7). Hari kedua berikutnya, penyaluran digelar pula di Desa Curug, Desa Susukanagung, Desa Kaligawe Dan Desa Kaligawe Wetan, Jum’at (17/7) kemarin.
TKSK Susukanlebak, Yopi Pramuditha menyampaikan, untuk penyaluran hari ketiga Program Sembako BanProv Jawa Barat tahap kedua ini dilangsungkan untuk empat desa, yakni Desa Karangmangu, Desa Susukanlebak, Desa Ciawijapura dan Desa Curug Wetan. Adapun terkait banyaknya penyusutan atau hilangnya data warga penerima bantuan di seluruh desa di Kecamatan Susukanlebak, di hari ketiga pun nampak terlihat pada kuota data warga penerima pendistribusian paket di empat desa. Seperti pada pendistribusian di Desa Karangmangu sendiri, sebelumnya ditahap pertama bulan Juni disalurkan untuk sebanyak 767 KK namun ditahap kedua ini menyusut tersisa 494 KK, di Desa Susukanlebak sebelumnya ditahap pertama mencapai 417 KK namun ditahap kedua ini mendapat sebanyak 258 KK saja, Desa Ciawijapura yang sebelumnya pada tahap pertama terdapat sebanyak 183 KK namun ditahap kedua ini hanya sebanyak 65 KK, dan selanjutnya untuk di Desa Curug Wetan sebelumnya ditahap pertama sebanyak 185 KK dan tahap kedua ini terdapat sebanyak 106 KK. ”Selain Paket Sembako, warga penerima bantuan juga tetap mendapatkan uang tunai sebesar Rp 150 ribu. Adapun komoditas pada paket sembako terbilang tidak ada penyusutan atau perubahan yang signifikan, hanya saja yang sebelumnya ditahap pertama terdapat telor namun di tahap kedua ini diganti dengan Susu dan Masker,” jelasnya.
Yopi pun mengatakan, terkait terjadinya penyusutan kuota warga penerima bantuan tahap kedua di seluruh desa di Kecamatan Susukanlebak, atas hal tersebut pihaknya tidak menjamin untuk jumlah kuota penerima bantuan di tahap ketiga bulan Periode Bulan Agustus mendatang. Dirinya pun menegaskan, semua data warga penerima bantuan murni bukan merupakan kewenangannya, namun merupakan hak kewenangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Bahkan menurutnya pun untuk penyusutan kuota yang terjadi pada tahap kedua sendiri atas dasar Cleansing dari jaringan pengamanan sosial Provinsi Jawa Barat, namun demikian dirinya sudah clear melakukan upaya pengajuan susulan atas adanya kejadian tersebut. ”Kita sudah clear mengajukan susulan, terkait realisasinya menunggu jawaban dari PemProv Jawa Barat,” ujarnya. (ries)
















