Pelita News I Indramayu – Wawasan keselamatan berlalu lintas diberikan jajaran kepolisian kepada siswa Sekolah Dasar (SD). Penekanannya terhadap bahaya penggunaan sepeda listrik oleh anak-anak di jalan raya.
Kegiatan ini sala satunya digelar oleh Polsek Indramayu untuk mencegah potensi membahayakan keselamatan. Penyampaian materinya dengan pendekatan interaktif agar pesan keselamatan lebih mudah dipahami anak-anak. Sekolah sasaran di antaranya SDN 2 Singajaya.
Kapolres Indramayu, AKBP Prianggo PM, melalui Kapolsek Indramayu, AKP Indrie Hapsari, mengatakan bahwa pendidikan keselamatan dan pembentukan karakter perlu diberikan sejak usia SD.
Menurutnya, anak-anak harus memahami bahwa keselamatan di jalan raya merupakan hal penting, termasuk saat menggunakan kendaraan seperti sepeda listrik.
“Kami hadir di sekolah tingkat SD untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak sejak dini. Kami tekankan mengenai bahaya penggunaan sepeda listrik di jalan raya, karena sangat berisiko terhadap keselamatan mereka sendiri,” jelas dia dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).
Ia menyampaikan, penggunaan sepeda listrik harus memperhatikan ketentuan yang berlaku. Dalam hal ini anak-anak tidak boleh mengendarainya sembarangan di jalan umum yang dilalui kendaraan bermotor.
“Oleh karena itu, orang tua juga diharapkan lebih memperhatikan aktivitas anak saat menggunakan sepeda listrik agar tidak membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujar dia.
Tak hanya soal keselamatan berkendara, polisi juga memberikan perhatian terhadap perilaku perundungan di lingkungan sekolah. Para siswa diingatkan agar tidak menjadikan ejekan, hinaan, pengucilan, atau tindakan kekerasan sebagai bagian dari pergaulan sehari-hari.
Menurutnya, tindakan yang dianggap sebagai candaan oleh sebagian anak bisa menyakiti perasaan teman, dan berdampak pada kondisi psikologis korban. “Selain keselamatan berlalu lintas, kami juga mengingatkan anak-anak agar menjauhi perilaku bullying, baik berupa kekerasan fisik maupun ejekan verbal,” kata Indrie.
Ia menegaskan, setiap anak berhak mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman tanpa rasa takut menjadi korban perundungan. Mengingatkan pula, bahwa tindakan kekerasan maupun perundungan dapat menimbulkan konsekuensi serius, termasuk proses penanganan oleh pihak sekolah dan aparat penegak hukum.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa menyakiti teman bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Mari saling menghargai dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta menyenangkan,” ajaknya.
Dalam kegiatan tersebut, polisi juga mengajak para siswa berdialog dan mengikuti sesi tanya jawab. “Melalui komunikasi dua arah, anak-anak diberi kesempatan memahami pentingnya mematuhi tata tertib sekolah, menjaga keselamatan, serta membangun hubungan pertemanan yang sehat,” ungkapnya.
Indrie mengapresiasi pihak sekolah dan para guru yang telah mendukung kegiatan tersebut. Ia meyakini, kerja sama antara kepolisian, sekolah, dan orang tua menjadi bagian penting dalam membentuk karakter anak, sekaligus mencegah perilaku yang dapat membahayakan keselamatan maupun masa depan anak.
Melalui kegiatan edukasi tersebut, Polsek Indramayu berupaya memperkuat kedekatan dengan dunia pendidikan sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan ramah anak. “Kami berharap melalui kegiatan ini anak-anak semakin memahami pentingnya disiplin, tertib berlalu lintas, serta menghormati dan menyayangi sesama teman,” pungkasnya. @safaro














