Pelita News | Kab. Cirebon – Proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Mertapada – Kendal dengan anggaran Rp. 457.290.000,- APBD Kabupaten Cirebon TA 2026 yang dikerjakan CV. Mekar Mandiri sempat disorot warga. Proyek dengan volume Panjang 325 Meter, Lebar 3,50 Meter, waktu 60 Hari Kalender ini berlokasi di Desa Mertapada Wetan Blok Wage, Kecamatan Astanajapura.
Kabar baiknya, akses keluar-masuk yang sempat tertutup total akibat galian proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Mertapada – Kendal sudah selesai dipasang Box Culvert pada Senin sore, (12/10/2026) kemarin. Dengan terpasangnya Box Culvert tersebut, kendaraan siswa, guru, wali santri, dan warga sekitar sudah bisa melintas normal kembali tanpa harus memutar arah.
Jalan yang tengah dilaksanakan dua kegiatan ini merupakan jalan poros desa Mertapada – Kendal yang terhubung langsung dengan Ruas Jalan Kanci – Sindanglaut yang merupakan jalur utama Cirebon Timur. Kegiatan proyek tersebut berada tepat di lingkungan pendidikan Yayasan Bina Cendekia Utama Cirebon, aktivitasnya sempat berdampak pada akses ribuan siswa.
Sebelumnya, warga Desa Mertapada Wetan, Rusly yang juga dari LSM Laskar NKRI menyoroti 4 poin utama:
1. Abai K3: Pekerja tanpa APD lengkap, tanpa helm, tanpa sepatu safety, bahkan ada yang bertelanjang kaki dan hanya pakai celana pendek.
2. Tanpa Pengaman: Galian menganga di depan gerbang Bina Cendekia dibiarkan terbuka tanpa police line, tanpa pagar seng, dan hanya papan kecil “MOHON MAAF”.
3. Debu Bertebaran: Tidak ada penyiraman rutin dan paranet penahan debu, sehingga debu masuk ke lingkungan pendidikan SMK, MA, MTs, SMP, STSI, dan Ponpes Bina Cendekia.
4. Metode Tutup Total Akses: Akses digali seluruhnya sehingga lumpuh total, kendaraan harus memutar arah. Seharusnya half-half.
JAWABAN LENGKAP DAN UPDATE DARI CV. MEKAR MANDIRI
Menanggapi sorotan tersebut, pihak CV. Mekar Mandiri, Genjo memberikan hak jawab sekaligus update terbaru.
Genjo menegaskan terkait APD, sebagai pelaksana pihaknya pastikan sudah menyediakan dan memberikan kepada para tenaga kerja berupa helm, rompi, dan sepatu safety. Namun dengan beragam alasan ketidaknyamanan, gerah, dan kebiasaan, banyak para pekerja yang tidak menggunakan APD lengkap tersebut.
“Kami sudah belikan dan bagikan APD lengkap, tapi memang di lapangan pekerja kadang tidak mau pakai lengkap dengan alasan tidak nyaman dan sudah kebiasaan. Ini menjadi evaluasi kami, ke depan akan kami tegur keras dan wajibkan pakai, kalau tidak pakai kami beri sanksi tidak boleh kerja,“ terangnya.
Sedangkan untuk rambu-rambu, ia juga memastikan sudah memasang papan rambu proyek dan rambu “Hati-Hati Ada Pekerjaan” di titik lokasi. Untuk police line ia memastikan akan segera menyediakan dan memasang police line tambahan untuk pengamanan lanjutan.
“Kami sudah pasang Box Culvert beton bertulang precast yang lebih kuat dan tahan lama untuk drainase di jalur poros desa yang terhubung jalur utama. Pemasangan Box Culvert secara teknis harus presisi sehingga galian total sangat diperlukan,“ jelas Genjo.
Genjo juga menegaskan komitmennya ke depan, pihaknya akan memaksimalkan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis (spektek) yang tertuang dalam kontrak, baik mutu beton, dimensi Box Culvert, ketebalan jalan, maupun metode pelaksanaan. Semua akan dikerjakan sesuai bestek dan pengawasan dari Dinas PUTR Kabupaten Cirebon.
“Kami akan maksimalkan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis. Kualitas dan mutu jadi prioritas utama kami, agar jalan poros desa di Blok Wage ini awet, kuat, dan bermanfaat jangka panjang untuk warga serta tidak banjir lagi. Kami juga akan patuhi semua aspek K3,“ tambahnya.
Lebih lanjut, pihaknya sangat terbuka terhadap kritik, saran, dan pengawasan dari masyarakat, LSM, serta awak media. Menurutnya, masukan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk bekerja lebih baik lagi.
“Kami berharap dukungan semua pihak, proyek pemeliharaan berkala jalan poros desa Mertapada – Kendal ini dapat berjalan lancar, aman, dan selesai tepat waktu, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan dalam waktu jangka panjang oleh warga desa dan ribuan siswa di lingkungan pendidikan Bina Cendekia Utama Cirebon,“ ujar Genjo, Selasa (13/10/2026). @Ries














