Indramayu.PN
Aliansi badan eksekutif mahasiswa (BEM) Indramayu lakukan aksi demo terkait Kelangkaan minyak goreng , hal ini menurut para demonstran pemerintah dinggap gagal memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat . Aksi demo didepan gedung DPRD beberapa waktu lalu.
Menurut kordinator BEM Indramayu,Moh.Ibal , pemerintah dinggap gagal memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat Indramayu, terkait Kelangkaan minyak goreng sejak beberapa pekan lalu . Jika melihat situasi akhir akhir ini sangat ironis , mengingat Indonesia merupakan negara penghasil kepala sawit terbesar di Asia, akan tetapi dalam perjalanan pemerintahan terdpat kegagalan dalam hal memunuhi kebutuhan primer dalam hal ini sudah beberapa pekan keberdaan minyak goreng hilang secara misterius.
Minyak goreng merupakan produk turunan CPO yang mempunyai nilai strategis , hal ini yang terjadi karena komoditas tersebut dikonsumsi oleh sebagain besar masyarakat Indonesia , kemudian kenaikan harga minyak goreng dipicu oleh kenaikan crude palm oil (CPO) orientasinya pemerintah lebih mengutamakan kelas pemodal dibanding pemenuhan fondamental domestik masyarakat, begitu juga kebijakan pemerintah bersifat reaktif dan kurang antisipsif mulai dari mengeluarkan kebijakan harga .
Oleh karennya dengan kondisi seperti ini aliansi BEM Indramayu mendesak DPRD Indramayu menyampaikan kepada DPR-RI , untuk kemudian menyampaikan persoalan yakni meroketnya harga minyak goreng kepada pemerintah pusat. Memberantas oknum penimbun minyak goreng , menurunkan harga minyak goreng menyesuaikan harga yang terjangkau oleh masyarakat dan menurunkan Menteri perdagangan pemerintah Indonesia.
Para demonstran dalam melakukan aksinya didepan gedung wakil Rakyat , merasa kecewa lantaran tidak satupun anggota dprd kabupaten Indramayu yang menemui para demonstran. Informasi yang diperoleh harian pelita seluruh anggota dewan sedang ada kegitan di luar . (Duluman)















