Pelita News I Indramayu
Pengelolaan makanan bergizi gratis (MBG) yang harus di kedepankan adalah tata kelola dan berani berkorban , hal ini untuk menghindari kasus keracunan , demikian disampaikan. Oleh H.Kasan Basari pengelola MBG di kecamatan Sindang , Minggu 01/11/26)
Menurut H.Kasan Basari , beberapa waktu lalu terutama di wilayah Cirebon dan Indramayu dalam hal ini di desa Tukdana menjadi viral atas peristiwa keracunan setelah menyantap MBG, tidak dipungkiri apa yang ramai di media sosial itu nyata .
Persoalan ini Maslah keracunan. Jika bener setelah menyantap MBG , yang perlu diperhatikan oleh pengelola mbg adalah Maslah tata kelola pelaksanaan , dan harus berani berkorban , hal tersebut merupakan kunci terhindar terjadinya kasus keracunan mbg. ” Saya yakin kasus tersebut memang sering diberbagai media sosial , namun bisa saja keracunan tersebut terjadi setelah belanja di warung ” ujar Kasan Basari.
Ditambahkan pentingnya tata kelola dan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG yang untuk didistribusikan disetiap sekolah atau di lokasi lain. Karena di pengelolaan mbg di kecamatan Sindang pernah juga hampir terjadi, pada saat itu dijadwalkan menu lauk pauknya adalah ikan lele.
Oleh pengawas sudah diperiksa dan dinyatakan aman dan sudah di taruh pada lemari es. Akan tetapi setelah tiba waktunya untuk diproses memasak ikan lele tersebut terdapat belatung , sehingga tim pengawas (khususnya dilokasi MBG di kecamatan Sindang …red).
H.Kasan Basari menambahkan, setelah diketahui ada beberapa belatung pada ikan lele tersebut, tim pengawas langsung ambil langkah cepat walaupun dalam kondisi sangat sulit . Langkah yang di ambil adalah semula menu lauk pauk mendadak di ganti dengan telor .” Daripada nanti menemui Maslah kasus keracunan mbh maka kami rela berkorban untuk mengganti lauk pauk lainnya ” pungkas dia (Duliman)













