Pelita News I Indramayu
Pesta Rakyat Sedekah Bumi Desa Sudimampir Lor, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, berlangsung meriah dengan kehadiran 1.700 tumpeng dan antusiasme ribuan warga, Selasa (27/10/2026).
Momentum budaya ini mendapat perhatian Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Balongan yang menekankan pentingnya syukur bil arkaan, yakni rasa syukur kepada Allah SWT yang diwujudkan melalui perbuatan nyata, berbagi, dan mempererat persaudaraan.
Kuwu Desa Sudimampir Lor, Ade Nanto, hadir bersama jajaran pamong desa. Turut hadir Camat Balongan, H. Ade Sukma Wibowo, S.Sos., M.Si., Sekretaris Kecamatan Balongan, Dasuki, S.Sos., M.Si., Kepala KUA Kecamatan Balongan, H. Nurudin, S.Ag., M.H.I., serta Penyuluh Agama Islam Kecamatan Balongan, Wastokim, S.Pd.I., dan Bachrul Ulum Elza, S.Sos. Warga memadati halaman balai desa untuk mengikuti rangkaian pesta rakyat tersebut.
Sehari sebelumnya, kemeriahan telah dimulai dengan kegiatan karnaval. Pada puncak acara, warga disuguhi pentas hiburan sandiwara Dwi Warna. Rangkaian kegiatan juga diisi doa bersama yang dipimpin Lebe Samsudin, dilanjutkan pemotongan tumpeng secara simbolis oleh Camat Balongan bersama Kepala KUA Kecamatan Balongan. Tumpeng tersebut kemudian diserahkan kepada Ibu Kuwu Sudimampir Lor yang didampingi Kuwu Ade Nanto.
Kepala KUA Kecamatan Balongan, H. Nurudin, S.Ag., M.H.I., melalui Penyuluh Agama Islam, Wastokim, S.Pd.I., menyampaikan bahwa Sedekah Bumi dapat menjadi momentum memperkuat rasa syukur sekaligus kebersamaan masyarakat.
“Syukur tidak cukup bil qalbi (hati) dan bil lisan (ucapan), tetapi harus bil arkaan (perbuatan nyata). Berbagi tumpeng menjadi salah satu wujud syukur kepada Allah SWT sekaligus mempererat silaturahmi dan kepedulian sosial,” ungkap Wastokim.
Senada dengan itu, Penyuluh Agama Islam, Bachrul Ulum Elza, S.Sos., menegaskan bahwa tradisi Sedekah Bumi dapat dilestarikan sepanjang tidak bertentangan dengan akidah dan syariat Islam.
“Doa tetap ditujukan kepada Allah SWT sebagai bentuk ikhtiar memohon kebaikan dan keberkahan. Nilai kebersamaan dan silaturahmi dalam tradisi ini juga perlu terus dijaga,” jelasnya.
Melalui pesta rakyat Sedekah Bumi, masyarakat Desa Sudimampir Lor diharapkan semakin memperkuat rasa syukur, menjaga kerukunan, melestarikan budaya lokal yang selaras dengan nilai agama, serta membudayakan semangat berbagi dalam kehidupan sehari-hari.
Sedekah Bumi bukan sekadar pesta tumpeng, melainkan momentum mengubah rasa syukur menjadi tindakan nyata dan menghadirkan manfaat bagi sesama. (Duliman)













