Pelita News I Indramayu – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), melakukan kunjungan kerja ke PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kilang Balongan.
Di Balongan, rombongan SKK Migas menerima insight terkait proses bisnis di Kilang Pertamina Balongan mulai dari proses penerimaan crude oil hingga diolah menjadi berbagai Produk BBM, Non BBM dan produk Petrokimia.
Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan, Yulianto Triwibowo, menjelaskan Kilang Balongan adalah kilang termuda yang dimiliki Pertamina namun memiliki Nilai Nelson Complexity Index (NCI) tertinggi di antara kilang Pertamina lainnya yakni 11,9.
Angka tersebut, kata dia, menunjukkan kemampuan kilang dalam menghasilkan produk BBM berkualitas tinggi secara lebih efisien.
Menurutnya, Kilang Balongan adalah unit bisnis Pertamina yang berfokus sepenuhnya pada sektor pengolahan minyak (refining) sesuai dengan arahan pemerintah, sehingga proses distribusi BBM kepada masyarakat dilakukan oleh unit bisnis Pertamina lainnya.
“Refinery Unit (RU) Balongan memiliki kapasitas pengolahan kilang sebesar 150 ribu barel stream per day (MBSD), 82% Produk Kilang Balongan didistribusikan ke wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Dari kilang BBM ini disalurkan melalui pipa ke Integrated Terminal Balongan, Fuel Terminal Cikampek dan Integrated Terminal Jakarta (Plumpang),” ucap Yulianto Triwibowo dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).
Koordinator Fungsi Komersialisasi Minyak dan Kondensat SKK Migas, Dody Susanto, menyampaikan bawah tujuan kunjungan tim SKK Migas ini adalah untuk memastikan produksi BBM di Kilang Pertamina berjalan lancar, memastikan produksi crude dalam negeri terserap sebagai bahan baku (feed) kilang dalam negeri milik Pertamina, hingga proses penerimaan minyak mentah dan proses pengolahannya sesuai dengan ketentuan dan aturan yang ditetapkan pemerintah.
“Pada prinsipnya kunjungan ini adalah untuk meningkatkan koordinasi dan sinergitas antara Hulu dan Hilir, Hulu mengupayakan memberikan kualitas minyak mentah yang terbaik untuk Kilang Pertamina,” ungkap Dody Susanto.
Sementara itu, VP Supply & Logistic Operation PT Pertamina Patra Niaga, Woody Boemara, yang turut hadir pada kegiatan ini menyampaikan Kunjungan kerja SKK Migas ini adalah agenda positif dalam upaya bersama menjaga ketahanan energi nasional.
Disampaikan Woody, setiap tetes produk BBM yang digunakan masyarakat ada andil semua pihak, mulai dari SKK Migas selaku pemegang kebijakan di sektor Hulu, Kilang yang bertugas memproduksi BBM, dan peran MOR pada proses penyalurannya.
“Meskipun proses produksi produk BBM hingga proses penyalurannya cukup kompleks dan rumit, namun Pertamina berkomitmen memberlakukan kebijakan satu harga di semua daerah,” terang Woody Boemara.
Selain melakukan diskusi di ruang rapat, rombongan SKK Migas juga melakukan visit ke Kilang Balongan guna melihat langsung unit-unit Kilang dan fungsi dari masing-masing unit tersebut. @safaro














