Kabupaten Cirebon, Pelita News
Tokoh masyarakat Kecamatan Babakan, kuwu sumber Kidul, zamroni warga sumber lor dan kepala rombongan asal Kecamatan Waled berkumpul di salah satu rumah tokoh Masyarakat membahas persoalan PT Borneo selaku pihak yang membangun Koperasi merah putih yang diduga belum membayar ke pihak Suplayer material alam dan belum dibayarnya para pekerja dalam membangun Koperasi merah putih (7 /10 ).
Awal pertemuan dengan (F) selaku dirut PT Borneo sudah memberi komitmen di salah satu cafe di Kecamatan Babakan pada bulan 12 /2025 untuk bisa membantu bangunan koperasi merah putih di wilayah Kecamatan babakan dan kecamatan pabuaran dan Kecamatan Gebang dan wilayah Kabupaten Brebes
Dikatakan oleh zamroni warga sumber lor kecamatan Babakan saat dijelaskan ke pelita bahwa dirinya sudah jauh-jauh hari sudah komitmen. Dengan dirut PT Borneo yang diduga berdomisili di Desa Rawa urip Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon dengan diberikan spk untuk mengisi material alam untuk bangunan koperasi merah putih
Tugas kami selaku suplayer hanya mengirim material alam diantaranya pasir pasir, urugan,batu yang diperuntukkan untuk membangun Koperasi merah putih tersebut.
Di mou.dan SPK tersebut bahwa suplayer material alam dijanjikan dalam pembayaan /pencairan dan pencairan oleh pihak PT Borneo per 2 minggu bisa dibayar oleh (F) selaku dirut PT Borneo.
Lanjut Zamroni aneh bin ajaib dalam Perjalanan suplayer material alam dalam membangun Koperasi merah putih terus berubah ubah dalam pencairan bagi suplayer.
suplayer material alam untuk mengisi material dalam membangun Koperasi merah putih sangat dirugikan sampai Rp 400 juta .
Bahwa dirinya sebagai suplayer material alam untuk membangun koperasi merah putih modal sendiri modal sendiri, kami membantu program pemerintah pusat agar cepat rampung.
Perjalalanan MOU dan kesepakatan awal dengan pihak PT Borneo berubah rubah terus, sehingga pihak suplayer sangat dirugikan oleh pihak PT Borneo tersebut
Untuk suplayer di tekan harus bisa mengirim sesuai dengan proges pekerjaan,yakni suplayer material alam harus mengikuti proges pekerjaan 20 persen,40 persen . 60 persen sampai 100.persen agar pihak supyayer bisa dibayar oleh PT Borneo.
Akhirnya kami sebagai suplayer material alam mengikuti kemauan PT Borneo agar pekerjaan membangun koperasi merah putih cepat rampung.
Pihak suplayer dijanjikan oleh pembayaran dan pencairan oleh PT Borneo sesuai dengan proges pekerjaan dalam membangun koperasi merah putih tersebut.
PT Borneo mencairkan atau membayar pihak supyayer maerial alam awalnya lancar, awal pembayaran atau pencairan bagi suplayer material alam di bulan Februari 2026 awal pencairan atau pembayaran PT Borneo masih lancar
Akan tetapi setelah bulan april 2026 sampai Bulan Oktober 2026 belum dibayar oleh PT Borneo , sehingga kami pihak suplayer material alam dalam membangun Koperasi merah putih merasa resah dan curiga
Alasan dari PT Borneo. Saat ditayakan oleh pihak. Suplayer material alam mengapa belum ada pencairan bagi suplayer alam , bahwa pihak PT Borneo mengatakan pihak Dandim belum membayar kepada suplayer material alam, awalnya kami sebagai suplayer material alam percaya saja, akan tetapi setelah investigasi dilapangan dan menanyakan langsung kepada salah satu anggota Anggota Kodim bahwa pihaknya sudah membayar kepada pihak PT Borneo.
Mendengar adanya aroma kebohongan pihak PT Borneo yang belum membayar suplayer material alam dan pekerja mengejar (F) dirut PT Borneo tersebut
Ada sekitar 400 juta pihak Zamroni dirugikan oleh pihak PT Borneo yang belum dibayarkan ke pihak suplayer material alam tersebut, bahkan ada suplayer asal pabuaran yang bernama H Didi mengaku di rugikan 400 juta yang belum dibayar oleh pihak PT Borneo tersebut. Ada sekitar 20 orang suplayer material alam yang diduga belum di bayar.
Kami sangat kecewa dan marah kepada pihak PT Borneo yang telah one prestasi yang belum membayar sama sekali kepada suplayer material alam tersebut dengan nada marah.
Hal yang sama diutarakan oleh kepala rombongannya pekerja asal Desa Waled asem Kecamatan Waled bahwa awalnya di bulan juli 2026 saya direkrut oleh ayat sambil tlpnan diloud speaker dengan pihak (F) selaku dirut PT Borneo bahwa ada pekerjaan membangun koperasi merah putih di wilayah Kecamatan Pabuaran dan Kecamatan Babakan.
Kami sendiri rombongan terahir yg bekerja di PT Borneo dengan membawa 35 orang yang tersebar di Kecamatan Babakan dan Kecamatan Pabuaran. Awal bulan Juli sampai tanggal 10 Juli 2026 pembayaran pekerja masih lancar, akan tetapi setelah tanggal 11 sampai sekarang belum ada pembayaran. Ada sekitar 2 bulan para pekerja belum menerima gaji sama sekali . Ada sekitar 48 jt para pekerja yang belum menerima gaji.
Kami meminta kepada pihak polresta kabupaten cirebon, pihak Anggota DPRD kabupaten cirebon serta pihak Bupati cirebon serta Muspida kabupaten cirebon agar meminta bisa membantu kami para pekerja harian kantor PT Borneo yang belum bayar.
Kami secara materi dan in material serta dan atas nama keluarga sangat syok dan baru pertama para pekerja harian PT Borneo belum dibayarkan
Kami sebagai orang kecil meminta kepada bantuan kepada semua pihak terkait agar bisa membantu baik kepada Gubernur Jawa barat ” Bapa aing ” Dedy mulyadi serta Bupati cirebon, Kapolresta kabupaten cirebon serta Anggota DPRD kabupaten cirebon maupun pihak DPR RI serta DPR provinsinsi Jawa barat agar bisa membantu para pekerja harian PT Borneo yang belum dibayar sampai Oktober 2026 pungkasnya (Ded)













