Pelita News | Indramayu – Proyek eksplorasi sumur migas North East Akasia Cinta (NEAC) di Desa Lombang, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, mulai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Selain harga sewa lahan yang meningkat, puluhan warga juga telah mendapatkan pekerjaan sejak tahap awal pembangunan dimulai.
Pembangunan akses menuju lokasi pengeboran dan penyiapan area eksplorasi saat ini tengah dikerjakan oleh PT Tirta Wijaya Karya (TWK). Tahap awal pekerjaan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua bulan.
Humas PT Tirta Wijaya Karya, Wahyu, mengatakan pekerjaan meliputi pembangunan akses jalan menuju titik pengeboran, penyiapan lokasi eksplorasi, hingga pembangunan cellar sebagai fasilitas pendukung pengeboran.
“Target pekerjaan untuk akses jalan, lokasi eksplorasi, serta cellar sekitar dua bulan,” kata Wahyu.
Ia menjelaskan area yang dipersiapkan memiliki luas sekitar empat hektare, namun pembangunan hanya dilakukan pada bagian yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan eksplorasi.
Menurutnya, seluruh proses berjalan lancar berkat dukungan Pemerintah Desa Lombang, Muspika Kecamatan Juntinyuat, dan masyarakat. Sebelum pekerjaan dimulai, perusahaan juga telah menggelar sosialisasi yang melibatkan pemerintah desa, unsur Muspika, serta tokoh masyarakat.
“Alhamdulillah sinergi dengan pemerintah desa, Muspika, dan masyarakat berjalan baik. Sebelum pekerjaan dimulai kami sudah melakukan sosialisasi bersama semua pihak terkait,” ujarnya.
Wahyu berharap eksplorasi yang dilakukan Pertamina dapat menemukan cadangan migas yang ekonomis sehingga mampu mendukung ketahanan energi nasional.
Kuwu Desa Lombang, H. Pandi, mengatakan pemerintah desa mendukung penuh kegiatan eksplorasi tersebut karena dinilai mulai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, selain nilai sewa lahan warga mengalami kenaikan, kesempatan kerja bagi masyarakat lokal juga mulai terbuka.
“Kami mengutamakan tenaga kerja dari Desa Lombang, terutama untuk pengamanan dan pekerjaan pendukung lainnya,” kata Pandi.
Hingga saat ini, sekitar 20 warga telah bekerja dalam proyek tersebut. Mereka bertugas sebagai petugas keamanan, pengamanan alat berat, hingga tenaga pendukung di lapangan. Jumlah itu diperkirakan akan bertambah seiring meningkatnya aktivitas proyek.
Untuk menjaga proses rekrutmen tetap tertib dan transparan, pengelolaan tenaga kerja lokal dipusatkan melalui Karang Taruna Desa Lombang.
Tak hanya membuka lapangan pekerjaan, proyek tersebut juga mulai menghadirkan program sosial bagi masyarakat. Dalam waktu dekat, Pertamina bersama pemerintah desa berencana menggelar pasar murah dengan sekitar 500 paket yang akan dibagikan secara gratis kepada warga. Sebelumnya, kegiatan bakti sosial juga telah dilaksanakan.
Di tengah dukungan terhadap proyek, Karang Taruna Desa Lombang menegaskan akan tetap mengawal pelaksanaan kegiatan agar sesuai dengan ketentuan lingkungan.
Perwakilan Karang Taruna Desa Lombang, Muhammad Saerudin, mengatakan pihaknya mendukung investasi yang membawa manfaat bagi masyarakat, namun perusahaan juga harus memenuhi seluruh kewajiban pengelolaan lingkungan.
“Kami akan mengawal isu-isu lingkungan dan mendorong perusahaan memenuhi seluruh kewajiban, termasuk UKL-UPL. Kalau ada yang dilanggar, kami tetap objektif,” tegasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan Karang Taruna bukan hanya dalam proses pemberdayaan pemuda dan penyaluran tenaga kerja lokal, tetapi juga untuk menjaga kondusivitas selama tahapan eksplorasi berlangsung.
Apabila eksplorasi membuahkan hasil dan ditemukan cadangan migas yang bernilai ekonomis, proyek NEAC diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir utara Indramayu.@Bams















