Pelita News I Indramayu – UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu Kembali membuka pelatihan program pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja di BLK setempat, Rabu (22/7/2026). Pelatihan Vokasi Nasional Batch (gelombang) ketiga Tahun Anggaran 2026 ini terbagi dalam lima paket kejuruan.
“Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 sumber dana APBN TA 2026 ini diikuti 80 peserta. Jumlah tersebut terbagi dalam lima paket kejuruan dan masing-masing paket diikuti 16 peserta,” kata Kepala Disnaker Kabupaten Indramayu, Endang Ismiati, S.STP., M.Si., melalui Kepala UPTD BLK, Sukirman usai pelatihan.
Sukirman merinci, waktu pelatihan atau jam Pelajaran (JP) kelima paket tersebut berbeda-beda namun semua pelaksanaannya dimulai sejak 22 Juli. Dan waktu pelatihan setiap hari ditetapkan 10 jam.
Kelima paket kejuruan itu meliputi, 1. Fillet Welder SMAW 3F/PF (kualifikasi 2), 180 JP, mulai pelatihan 22 Juli s.d 14 Agustus 2026, 2. Fillet Welder FCAW 2F/PB (kualifikasi 2), 160 JP, mulai pelatihan 22 Juli s.d 12 Agustus 2026, 3. Pembuatan roti dan kue, 140 Jp, mulai pelatihan 22 Juli s.d 10 Agustus 2026. Kemudian paket kejuruan keempat dan kelima yakni Asisten Pembuat Pakaian, dengan durasi 180 JP dan akan berakhir pada tanggal 14 Agustus.
“Lima paket itu semuanya bersumber dari dana APBN TA 2026, baik program reguler UPTD BLK maupun dari Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP), Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat yang dilaksanakan di BLK,” ucap Kirman, sapaan akrabnya.
Mereka kata dia disipkan agar dapat bersaing di pasar kerja nasional, regional maupun global.
“Dengan dilaksanakannya PBK ini, diharapkan bisa menjadi bekal untuk bersaing di pasar kerja maupun untuk berwirausaha. Hal lainya, bisa menimbulkan efek positif bagi kualitas SDM di Kota Mangga Indramayu dalam menghadapi globalisasi dan perdagangan,” kata Kirman, sapaan akrabnya.
Kirman juga berpesan, hasil dari pelatihan ini hendaknya dapat dimanfaatkan dan dilaksanakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kompetensi masyarakat serta untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, produktif dan berdaya saing dalam rangka memberi kontribusi lebih besar pada pengembangan ekonomi yang berbasis pada kebutuhan pasar kerja yang makin dinamis dan berkembang serta sesuai dengan potensi unggulan daerah guna memberi kontribusi pada pengembangan sektor prioritas. @safaro















