Pelita News | Cirebon Timur – Kekecewaan kembali dirasakan warga Desa Serang Wetan, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon. Jalan utama desa yang baru selesai diperbaiki belum genap satu bulan, kini sudah mengalami kerusakan serius. Kerusakan yang meliputi retakan memanjang, lubang di beberapa titik, hingga lapisan aspal yang terkelupas, menimbulkan pertanyaan besar terkait kualitas pekerjaan dan pengawasan proyek tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, proyek perbaikan jalan ini dilaksanakan pada pertengahan Juli 2025 dengan tujuan meningkatkan konektivitas warga dan memperlancar distribusi hasil pertanian. Namun, kondisi yang seharusnya bertahan minimal beberapa tahun justru hanya mampu bertahan hitungan minggu.
R. Hamzaiya, pemerhati kebijakan publik dan infrastruktur asal Cirebon Timur, menyampaikan keprihatinannya atas situasi ini.
> “Ini jelas mengundang tanda tanya besar. Kalau umur jalan hanya hitungan minggu, berarti ada persoalan serius, baik pada kualitas material, metode pengerjaan, maupun pengawasan proyek. Dana perbaikan ini bersumber dari uang rakyat, jadi setiap prosesnya harus transparan dan akuntabel,” tegas Hamzaiya saat dimintai keterangan, Jumat (15/8/2025).
Ia menambahkan, perbaikan jalan bukan sekadar formalitas serah terima proyek, tetapi harus memenuhi standar teknis yang sudah ditetapkan. Hamzaiya mengingatkan bahwa umur teknis jalan aspal umumnya mencapai 5–10 tahun dengan perawatan berkala.
“Jika kerusakan terjadi begitu cepat, maka ada kemungkinan material tidak sesuai spesifikasi atau pekerjaan dilakukan tanpa memperhatikan standar mutu. Ini tidak bisa dibiarkan, karena akan merugikan masyarakat dan berpotensi menimbulkan kebocoran anggaran,” ujarnya
Hamzaiya mendesak pihak berwenang, mulai dari dinas teknis hingga kontraktor pelaksana, untuk memberikan penjelasan terbuka kepada publik. Ia juga mendorong dilakukannya audit teknis dan investigasi mendalam terhadap proyek tersebut.
> “Jika ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran, harus ada sanksi tegas sesuai ketentuan. Jalan desa adalah urat nadi perekonomian warga. Jangan sampai menjadi korban praktik pembangunan asal-asalan,” tegasnya.
Sebagai langkah ke depan, ia merekomendasikan agar setiap proyek infrastruktur melibatkan tim pengawas independen yang bertugas memantau kualitas pekerjaan mulai dari tahap persiapan hingga penyelesaian.
“Pemerintah daerah harus memastikan bahwa setiap rupiah anggaran digunakan secara efektif, dan hasilnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang,” pungkasnya.
Warga berharap perbaikan kembali dilakukan dengan kualitas terbaik, sehingga jalan dapat berfungsi optimal dalam mendukung mobilitas dan perekonomian Desa Serang Wetan. @Ries















