Pelita News, Cirebon
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kabupaten Cirebon, menggelar kegiatan Literasi Digital bagi para pemuda dan Kelompok Perempuan se-wilayah Kecamatan Jamblang sebagai langkah Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat. Acara ini berlangsung sejak Pukul 8: 30 Wib hingga selesai bertempat di Gedung PGRI jalan Moh. Ramdhan, desa Wangunharja, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon. Rabu, 13/08/2025.
Tujuan digelarnya digital literasi
tersebut yaitu untuk meningkatkan pemahaman kepada masyarakat luas khususnya pada generasi Gen-z
dan kaum ibu-ibu diwilayah Kabupaten Cirebon diantaranya, untuk wilayah kecamatan Jamblang agar masyarakat memahami pentingnya bahaya
Radikal terorisme, terutama di rana Digital, serta memberikan pengetahuan tentang tata cara
menangkal penyebaran faham
radikal dan berita bohong yang
beredar di masyarakat.
Dina Yulianti selaku narasumber
menyampaikan, tujuan dari kegiatan Literasi Digital ini yaitu, merupakan upaya pencegahan
bahaya Radikal terorisme untuk
mengubah dasar-dasar negara
Kesatuan Republik Indonesia dengan alasan menginginkan Perubahan. Dina Yulianti
mengajak para peserta dan tamu
undangan agar lebih memahami
teknologi digital untuk mencegah
fenomena baru dalam melakukan penyebaran faham radikal terorisme melalui mensos, dan itu harus dilawan dengan penyebaran informasi dan konten
-konten positif didunia maya agar keutuhan Bangsa dan Negara Kesatuan RI tetap terjaga dengan baik, “terangnya.
Sementara Kolonel (Sus) Harianto
selaku Kasubnit Pemberdayaan
masyarakat BNPT RI menjelaskan,
Kegiatan sosialisasi literasi digital di kecamatan Jamblang ini dalam rangka menyiapkan generasi muda kita untuk bisa bersinergi dan berkolaborasi dalam rangka penguatan desa Siapsiaga dengan berbagai unsur elemen masyarakat sebagai daya cegah dan daya tangkal juga daya cegah terhadap penyebaran faham-faham inteloransi yang mengarah pada aksi terorisme,
semua ini itu tentu harus dibarengi dengan semangat kebersamaan, kegotongroyongan
dan semangat Kebangsaan kita
terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Menurutnya, Yang jelas Pembentukan desa siapsiaga ini merupakan salah satu program prioritas kami selaku Sub direktorat kesiap siagaan bersama tuju program prioritas lainya yang dimiliki BNPT RI, yang salah satunya adalah desa Siaga, Sekolah damai dan ada juga Kampus Kebangsaan. Karena kebetulan disini kaitanya dengan desa Siapsiaga maka kami membersamainya dengan pemberdayaan. Kolonel Sus dr.
Haryanto berharap seluruh lapisan masyarakat faham terhadap sesuatu faham yang ada disekitar lingkungan kita, menyikapi hal tersbut kita
harus segerah melakukan pencegahan dengan cara melakukan diteksi dini seperti yang suda terbentuk diwilayah kecamatan Jamblang, diantaranya desa Wangunharja. “Pungkasnya. @(Hartono)
















