Pelita News | Cirebon Timur – Tokoh pemuda Kecamatan Lemahabang, Herlan Widiarto, SH mengkritik keras BBWS Cimancis yang di anggap tidak serius dan tidak maksimal dalam melaksanakan kegiatan normalisasi di sepanjang aliran sungai singaraja yang melintasi 6 Desa di tiga kecamatan di wilayah timur Kabupaten Cirebon.
Ia kembali mengungkapkan, dengan kondisi sungai singaraja yang sulit dijangkau dan banyaknya hambatan akses, maka yang di perlukan adalah alat berat Excavator Amphibi dan bukan sekedar alat berat konvensional. Excavator Amphibi merupakan alat berat jenis khusus yang dirancang untuk bekerja di wilayah yang sulit dijangkau, seperti perairan dangkal, lumpur, dan bahkan di bawah permukaan air.
“Saya kira BBWS Cimancis pun sudah memahami medan di sungai singaraja. Sangat disayangkan jika memaksakan dengan mendatangkan alat berat konvensional yang berujung hasil pekerjaan tidak dapat maksimal,“ ujar Herlan, Selasa (5/8/2025).
Herlan juga mengingatkan, excavator amphibi sangat dibutuhkan dalam pengerukan normalisasi di sungai singaraja. Dengan menggunakan attachment yang sesuai, alat ini tentunya akan dapat digunakan untuk mengeruk, menggali, mengangkut, dan memindahkan material seperti lumpur atau tanah liat dari dasar perairan.
“Lihat saja hasil pekerjaannya, alat berat biasa tidak akan mampu melakukan pekerjaan di sungai singaraja. Maka, saya harap normalisasi di sungai singaraja dilakukan ulang oleh BBWS Cimancis dengan menunggu excavator amphibi selesai beroperasi di tempat lain agar hasilnya maksimal sesuai tujuan dari normalisasi,“ imbuhnya.
Kepala BBWS Cimancis, Dwi Agus Kuncoro, ST, MM, MT mengakui jika BBWS Cimancis hanya memiliki 3 unit excavator amphibi. 2 unit sedang beroperasi di wilayah Kabupaten Cirebon dan 1 unit sedang dalam perbaikan.
“BBWS Cimancis hanya punya 3 unit excavator amphibi, yang 2 unit sedang beroperasi dan 1 unit sedang dalam perbaikan. Saya sudah secara resmi bersurat pinjam excavator amphibi ke BBWS Citarum dan Bupati Cirebon,“ terangnya, Selasa (5/8/2025).















