• Advertorial
    • Kontak Kami
    Kamis, Juni 11, 2026
    Harian Pelita News
    • BERANDA
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    • BERANDA
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    Harian Pelita News
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    IKLAN
    Beranda CIAYUMAJAKUNING

    Terminal Ciledug, Wajah Jawa Barat: Bukan Panggung Kebebasan yang Keblinger

    Harian Pelita News oleh Harian Pelita News
    Juli 22, 2025
    dalam CIAYUMAJAKUNING, KABUPATEN CIREBON
    0 0
    0
    Terminal Ciledug, Wajah Jawa Barat: Bukan Panggung Kebebasan yang Keblinger
    0
    BERBAGI
    13
    TAMPILAN
    Share on FacebookShare on WhatsappShare on Twitter

     

    Pelita News | Cirebon Timur – Terminal Ciledug kembali menjadi sorotan publik. Bukan karena prestasi atau inovasi pelayanan transportasi, melainkan karena aktivitas yang dianggap menyimpang dari nilai-nilai budaya masyarakat Jawa Barat. Soft opening sebuah kafe di kawasan terminal beberapa waktu lalu dinilai telah mencoreng wajah budaya lokal dengan menampilkan hiburan DJ yang tidak mencerminkan kearifan budaya Sunda maupun identitas masyarakat Cirebon.

     

    R. Hamzaiya, seorang pemerhati kebijakan publik dan aktivis menegaskan bahwa Terminal Ciledug adalah aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bukan milik perseorangan, bukan pula ruang privat yang boleh diisi sesuka hati. Oleh karena itu, segala bentuk kegiatan di dalamnya harus tunduk pada nilai-nilai publik dan mengedepankan kepentingan kolektif masyarakat.

     

    “Terminal Ciledug bukan tempat pesta kebebasan. Jika pengelola kafe merasa lebih nyaman dengan menampilkan hiburan yang lepas dari akar budaya lokal, maka lebih baik mereka menyewa ruko di tempat lain. Jangan memanfaatkan aset milik rakyat Jawa Barat hanya demi kepentingan bisnis yang tidak selaras dengan jati diri masyarakat,“ tegas Hamzaiya.

     

    Ia menyatakan, tidak ada yang salah dengan keberadaan kafe di area terminal, asalkan tujuan utamanya adalah mendukung fungsi terminal sebagai simpul pelayanan publik dan bukan sekadar tempat pelampiasan gaya hidup bebas. Apalagi jika kafe tersebut justru menjadi panggung hiburan yang jauh dari nilai edukatif, spiritualitas lokal, atau semangat kebangsaan.

     

    “Terminal adalah tempat orang berlalu lalang, tempat rakyat singgah—bukan tempat untuk menormalisasi budaya pesta. Kalau hanya mau jualan suasana bebas, tidak usah menumpang di ruang milik rakyat,“ tambahnya.

     

    Hamzaiya juga menyentil para pengelola yang dengan mudahnya mengabaikan aspek etika dan tanggung jawab sosial. “Apakah mereka lupa bahwa Terminal Ciledug dibangun dari uang rakyat? Di tanah ini, para leluhur Sunda dan Cirebon membangun peradaban, bukan club malam,” ujarnya tajam.

     

    Alternatif Positif: Terminal sebagai Pusat Literasi dan Budaya

     

    Sebaliknya, ia menawarkan gagasan yang lebih konstruktif: menjadikan Terminal Ciledug sebagai ruang edukatif dan pelestarian budaya. “Bayangkan jika area terminal dijadikan taman baca, ruang pertunjukan tari tradisional, tempat pelatihan calung, angklung, atau galeri topeng Cirebon. Bukankah itu akan jauh lebih mulia?” katanya.

     

    Hamzaiya menekankan pentingnya arah pengelolaan yang berkepribadian lokal. Menurutnya, generasi emas yang bermartabat hanya bisa lahir dari ruang-ruang publik yang menghargai akar budaya dan nilai-nilai lokal, bukan dari tempat yang mendorong gaya hidup hedonis atau kebebasan tanpa tanggung jawab.

     

    “Kalau para pemilik kafe ingin berkontribusi, ikutlah menghidupkan kesenian lokal, sajikan makanan khas, hadirkan pertunjukan gamelan atau diskusi budaya. Itulah bentuk dukungan nyata terhadap masyarakat Jawa Barat,” tegasnya.

     

    Dengan demikian, polemik ini semestinya menjadi bahan refleksi bersama. Apakah kita ingin membangun masa depan yang berakar pada budaya dan kearifan lokal, atau membiarkan ruang-ruang publik kita dijadikan panggung kebebasan yang lepas dari nilai? @Ries

    Tags: CiayumajakuningKabupaten CirebonPemerintah Daerah
    Sebelumnya

    OJK Terbitkan Aturan Baru, Tegaskan Integritas dan Tata Kelola Sektor Kripto dan Teknologi Keuangan

    Berikutnya

    Pasar Japura Kidul Nol PAD, Pemdes Tak Berkutik Hadapi Pengelola

    Harian Pelita News

    Harian Pelita News

    Berikutnya
    Pasar Japura Kidul Nol PAD, Pemdes Tak Berkutik Hadapi Pengelola

    Pasar Japura Kidul Nol PAD, Pemdes Tak Berkutik Hadapi Pengelola

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Trending
    • Komentar
    • Terkini
    Tiga Bocah Warga Desa Kebonturi Diduga Jadi korban Kekerasan Oknum Kuwu

    Tiga Bocah Warga Desa Kebonturi Diduga Jadi korban Kekerasan Oknum Kuwu

    Mei 21, 2026
    Jalan Penghubung Sedong Kidul-Karangwuni Putus, 147 KK Terisolir dan 4 Rumah Rusak Berat & Ringan

    Jalan Penghubung Sedong Kidul-Karangwuni Putus, 147 KK Terisolir dan 4 Rumah Rusak Berat & Ringan

    Mei 19, 2026
    Selain Biaya Pendaftaran, Diduga Ada Biaya Lainnya Pada Program PTSL tahun 2026 di Desa Jungjang Wetan 

    Selain Biaya Pendaftaran, Diduga Ada Biaya Lainnya Pada Program PTSL tahun 2026 di Desa Jungjang Wetan 

    Mei 21, 2026
    Camat Sedong Luncurkan Beasiswa Kuliah di Poltek SCI untuk Warga Wilayah 3 Cirebon, Potongan UKT Hingga 75%

    Camat Sedong Luncurkan Beasiswa Kuliah di Poltek SCI untuk Warga Wilayah 3 Cirebon, Potongan UKT Hingga 75%

    Mei 22, 2026
    SMK Dwi Bhakti Ciledug Buka SPMB 2026/2027, Kuota 288 Siswa Jurusan Mesin & Otomotif

    SMK Dwi Bhakti Ciledug Buka SPMB 2026/2027, Kuota 288 Siswa Jurusan Mesin & Otomotif

    Juni 10, 2026
    Pilot Projek Kedelai, Hashim Djojohadikusumo: Indramayu lokasi Percontohan Dukung Target Swasembada Kedelai Nasional 

    Pilot Projek Kedelai, Hashim Djojohadikusumo: Indramayu lokasi Percontohan Dukung Target Swasembada Kedelai Nasional 

    Juni 10, 2026
    Hadir di SDN Pamayahan Indramayu, Polisi Berikan Edukasi Potensi Tindak Kejahatan 

    Hadir di SDN Pamayahan Indramayu, Polisi Berikan Edukasi Potensi Tindak Kejahatan 

    Juni 10, 2026
    Kecam Intervensi SPPG Panongan: Jangan Bungkam Kebebasan Pers

    Kecam Intervensi SPPG Panongan: Jangan Bungkam Kebebasan Pers

    Juni 10, 2026
    https://harianpelitanews.id/wp-content/uploads/2025/02/IMG_20250204_101013_260-6.png
    • SMK Dwi Bhakti Ciledug Buka SPMB 2026/2027, Kuota 288 Siswa Jurusan Mesin & Otomotif

      SMK Dwi Bhakti Ciledug Buka SPMB 2026/2027, Kuota 288 Siswa Jurusan Mesin & Otomotif

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Kecam Intervensi SPPG Panongan: Jangan Bungkam Kebebasan Pers

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Pilot Projek Kedelai, Hashim Djojohadikusumo: Indramayu lokasi Percontohan Dukung Target Swasembada Kedelai Nasional 

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • SMAN 1 Jamblang Rilis Tahapan SPMB Jabar 2026: Transparan, Objektif, dan Akuntabel

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Hadir di SDN Pamayahan Indramayu, Polisi Berikan Edukasi Potensi Tindak Kejahatan 

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    Harian Pelita News

    Media Online Pelita News
    Kami selalu menyajikan informasi dengan Cepat dan Akurat.

    Kunjungi Kami

    Kategori Berita

    • CIAYUMAJAKUNING (12,432)
    • EKONOMI & BISNIS (312)
    • INDRAMAYU (5,284)
    • INFORMASI (563)
    • Jawa Tengah (409)
    • KABUPATEN CIREBON (5,970)
    • KESEHATAN (80)
    • KOTA CIREBON (1,045)
    • KUNINGAN (132)
    • MAJALENGKA (62)
    • NASIONAL (630)
    • OLAHRAGA (42)
    • PEMERINTAH DAERAH (723)
    • TEKNOLOGI (90)
    • Uncategorized (494)

    Berita Terbaru

    SMK Dwi Bhakti Ciledug Buka SPMB 2026/2027, Kuota 288 Siswa Jurusan Mesin & Otomotif

    SMK Dwi Bhakti Ciledug Buka SPMB 2026/2027, Kuota 288 Siswa Jurusan Mesin & Otomotif

    Juni 10, 2026
    Pilot Projek Kedelai, Hashim Djojohadikusumo: Indramayu lokasi Percontohan Dukung Target Swasembada Kedelai Nasional 

    Pilot Projek Kedelai, Hashim Djojohadikusumo: Indramayu lokasi Percontohan Dukung Target Swasembada Kedelai Nasional 

    Juni 10, 2026
    • Advertorial
    • Kontak Kami

    © 2020 Harian Pelita News - PT. Sinar BIntang Intermedia. Developed by CV Arkitech.

    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    • Beranda
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL

    Masuk ke Akun Anda

    Lupa Password?

    Isi form isian dibawah

    Seluruh form isian wajib diisi. Masuk

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Masuk