Pelita News I Indramayu – Posyandu remaja yang diprakarsai pusat layanan komunitas (PLK) desa sala satunya PLK Desa Kenanga Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu bisa dijadikan sebagai sarana curhat para peserta yang umumnya para remaja dari usai 10-20 tahun saat konseling, karena konselor di posyandu itu umumnya diisi konselor sebaya.
“Karena konselornya dianggap sebaya, para peserta tidak ragu untuk menceritakan masalah pribadi yang dihadapinya. Beda kalau mereka curhat dengan orang tuanya atau orang lain, mungkin agak canggung,” kata Staff Advokasi Program Right Here Right Now 2 (RHRN2) yang juga Ketua Yayasan Selendang Puan Darma Ayu, Yuyun Khoerunnisa disela-sela kegiatan Posyandu Remaja, di gedung Balai Rakyat Indonesia (BRI), Desa Kenanga, Kamis (07/11/2024).
Yuyun mengatakan, kegiatan posyandu remaja merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan tiga bulan sekali oleh PLK desa termasuk PLK Desa Kenanga. Adapun tujuannya adalah untuk memberikan edukasi dan pemahaman seputar seksual dan reproduksi pada remaja dan memberikan cek kesehatan serta pemberian vitamin tambah darah bagi anak remaja putri supaya tidak terkena stunting.
Layanan posyandu remaja ini kata dia, memiliki lima meja. Meja pertama, yakni pendaftaran, meja kedua, cek tensi darah, kemudian berat badan, pengukuran tinggi badan dan meja kelima adalah konseling.
“Melalui posyandu remaja selain untuk mengecek kesehatan baik fisik maupu psikis (berbagai hal yang terkait dengan kondisi emosi dan kejiwaan seseorang) juga memberikan edukasi dan informasi reproduksi anak-anak remaja juga disediakan meja konseling dengan konselor sebaya,” ucapnya.
Intinya, dengan posyandu remaja, dilakukan pengecekan kesehatan baik fisik, psikis maupun kasus-kasus kekerasan yang pernah dialami atau dialami anak remaja di sekitar lingkungannya seperti bullying/perundungan, pelecehan seksual dan lain sebagianya. Curhat atau berbagi pengalaman agar kedepan tidak terjadi korban.
“Melalui posyandu remaja anak-anak remaja usia 10-20 tahun diharapkan sehat secara fisik dan psikis supaya kedepan tidak ada remaja-remaja yang mengalami kekerasan dan pelecehan seksual atau buliying dan sebagaiya,” tegas dia.
Hal lainnya, sambung Yuyun, juga untuk mencegah terjadinya kasus stunting karena menurutnya upaya pencegahan stunting dimulai dari usia remaja khsusnya perempuan. Jadi dengan adanya posyandu ini, para remaja perempuan diberikan vitamin tablet tambah darah untuk mencegah stunting.
“Kegiatan posyandu remaja ini bekerja sama dengan Puskesmas Sindang, Yayasan Selendang Puan Darma Ayu dan Yayasan Sapa Bandung dan kerjasama ini dilaksanakan beberapa kali dan rutin dilaksanakan setiap tiga bulan sekali,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota PLK Desa Kenanga, Sunan Abdul Ta’rim (19) menyambut gembira dilaksanakanya posyandu remaja. Karena menurutnya, selain untuk pengecekan kesehatan baik fisik, psikis dan lainnya juga untuk memperbaiki pergaulan para remaja atau anak usia sekolah dasar (SD) agar mereka tahu bagaimana caranya bergaul yang baik.
Kemudian untuk remaja perempuan, lanjutnya, supaya tahu ketika datang bulan dan harus bagaimana dan penangannnya seperti apa.
Dikatakan, pesertanya adalah siswa SD dari tiga SD yang ada di Kenanga. Adapun untuk usia SMP/MTs dan SMA/MA/SMK insyaAllah akan diagendakan pada tahun berikutnya.
“Semoga posyandu remaja ini tidak saja dilaksanakan saat ini tetap berkelanjutan dan banyak cabang lainnya,” harapnya. @safaro















