Pelita News indramayu .
Para petani di dua kecamatan terancam gagal panen , pasalnya faktor kekeringan telah melanda di sejumlah sawah milik warga , demikian disampaikan salah satu petani Amrin (45) kepada pelita news , Selasa (30/05)
Ancaman gagal panen di dua kecamatan yakni Kecamatan Gabuswetan dan kecamatan Kandanghaur , hal ini disinyalir akibat kekurangan pasokan air dari Waduk Jati Gede , sungai Cipanas cisanggarung bahkan dari waduk Jatiluhur yang melintas di ke waduk salam darma . Baru beberapa hari para petani menanam padi pada musim sadon , para petani mulai gelisah akibat kurangnya pasokan dari sumber tersebut diatas .
Menurut salah satu petani Amrin yang juga seorang Guru , mengatakan untuk pasokan air untuk kebutuhan para petani di tanam yang kedua ini tidak mungkin mencukupi hingga panen , pasalnya dari waduk jati gede dan waduk Jatiluhur sangat sulit mengalir sampai di Indramayu terutama di kecamatan Gabuswetan dan kecamatan Kandanghaur, sehingga tanaman 0afi milik petani yang baru saja tanam ke dua lahan sawah sudah mulai mengering.
Amrin menambahkan , akibat tidak lancarnya pemasokan air mengalir di dua kecamatan tersebut diduga ada pembegalan air ditengah jalan karena para petani lain diluar dua kecamatan sama sama membutuhkan air , oleh karenanya untuk mengantisipasi jangan sampai kekeringan maka harus ada yang mengawal , jika tidak maka ancaman gagal panen sudah dipam mata . ” Ini harus ada yang mengawal paling ” ujar Amrin
Kuwu Gabuswetan Abdullah didpingi Kuwu desa Pranti Sukri, mengatakan, diakui sejumlah tanaman padi di dua kecamatan mengalami kekeringan , oleh karnanya harus ada solusi untuk mengatasi kekeringan tersebut, pemerintahan desa akan berkordinasi dengan pihak fokorpincam yakni kecamatan Gabuswetan dan kecamatan Kandanghaur, koordinasi tersebut bertujuan agar setiap pengawas dan atau menjemput air harus dikawal oleh pihak babinza dan babinmas, ” ” kami bersama Kuwu pranti aka. Melakukan hal tersebut demi membela para petani” ujar Kuwu Abdullah ( Furqon)
















