Pelita News, Indramayu – Bupati Indramayu Nina Agustina melaunching Pencanangan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio tingkat Kabupaten Indramayu dalam rangka penanggulangan polio di Kabupaten Indramayu yang dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Indramayu, Kamis (6/4/2023).
Bupati Nina Agustina menyebutkan, dengan adanya kasus Lumpuh Layuh Akut dengan hasil Laboratorium terdeteksi Tipe 2 di Kabupaten Purwakarta maka disimpulkan telah terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio.
Lanjut Bupati Indramayu, dalam rangka penanggulangan KLB tersebut, dilakukan berbagai upaya salah satunya adalah Sub Pekan Imunisasi Nasional yang dilaksanakan sebanyak dua putaran di seluruh Jawa Barat.
”Untuk putaran pertama telah dimulai secara serentak di seluruh daerah Jawa Barat pada tanggal 3 April hingga 15 April 2023, dan untuk putaran kedua dilaksanakan pada 15 sampai 27 Mei 2023, sesuai rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) dengan target cakupan 95% untuk masing-masing putaran,” ujarnya
Nina Agustina menyebutkan, di Kabupaten Indramayu terdapat 119.611 anak yang harus dijangkau untuk mendapatkan imunisasi polio tetes sebanyak dua dosis dalam dua putaran.
“Adapun sampai tanggal 5 April 2023, jumlah balita yang sudah di imunisasi pada putaran pertama sebanyak 61.518 Balita atau 51,4%,” ujarnya.
Ia berpesan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu beserta tim agar benar-benar turun ke masyarakat, dibantu camat, TP-PKK, Kader Posyandu dan Kuwu untuk mencari Balita yang belum imunisasi.
”Karena imunisasi polio ini harus dilaksanakan secara penuh dan jangan sampai ada balita yang terlewat,” pesannya.
Nina berharap seluruh pihak dapat menyukseskan Sub PIN Polio di Kabupaten Indramayu.
”Mari kita tetap semangat untuk bisa mewujudkan target yang sudah di tetapkan guna meningkatkan kualitas kesehatan anak dan mencegah terjadinya penyakit-penyakit menular, khususnya penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, dr. Wawan Ridwan menyebutkan sasaran Sub PIN Polio adalah anak usia 0-59 bulan dengan vaksin yang diberikan adalah Polio tetes sebanyak dua tetes.
“Polio tetes ini akan diberikan sebanyak dua putaran,” sebutnya.
Wawan Ridwan menghimbau kepada masyarakat yang mempunyai balita, untuk melakukan imunisasi yang lengkap.
”Pada kesempatan Sub PIN Polio hari ini, untuk membawa Balitanya ke posyandu ataupun Pos Pelayanan Sub PIN Polio terdekat,” himbaunya.
“Nanti akan dilakukan sweeping (door to door) atau jemput bola dari rumah ke rumah sehingga capaian kita harus mencapai 95%,” sambungnya.
Wawan Ridwan mengatakan di Kabupaten Indramayu sampai saat ini tidak ada kasus polio, namun demikian seluruh masyarakat harus tetap waspada dengan melaksanakan penguatan imunisasi rutin melalui optimalisasi upaya pemerataan untuk memastikan seluruh bayi mendapat empat dosis imunisasi polio tetes dan dua dosis imunisasi polio suntik lengkap sesuai usia.
”Serta melaksanakan imunisasi kejar bagi anak yang terlambat mendapatkan imunisasi,” katanya. (saprorudin)














