Pelita News | Kab. Cirebon – Kementerian Pertanian RI tancap gas mengembangkan kawasan agribisnis Mangga Gedong Gincu di Kabupaten Cirebon. Lewat program UPLAND (Upland Agriculture and Natural Resources Management Project), Kementan menggarap 550 hektare lahan yang tersebar di 26 desa, 7 kecamatan, dengan melibatkan 36 kelompok tani dan petani milenial.
Progres program yang berjalan sejak 2025 itu ditinjau langsung Dirjen Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Kementan RI, Dr. Ir. Hermanto, M.P., bersama Bupati Cirebon H. Imron, di Kecamatan Sedong, Sabtu (10/10).
Rombongan mengawali peninjauan kebun mangga di Desa Putat, lalu berlanjut ke Central Warehouse Koperasi Bina Tani Mandiri di Desa Sedong Kidul untuk melihat rantai hulu hingga hilir Mangga Gedong Gincu.
Gudang Central Warehouse Bina Tani Mandiri sendiri telah rampung 100% sejak 24 Agustus 2026 lalu. Proyek yang dikerjakan CV. Naratama Karya dengan nilai kontrak Rp 739.115.000,- ini bersumber dari dana Pre-Financing APBD Kabupaten Cirebon dan Hibah Kementan bekerjasama dengan Islamic Development Bank (IsDB).
Dirjen LIP Kementerian Pertanian, Hermanto mengaku bangga dengan progres di lapangan. Menurutnya, hasil ini tidak lepas dari kekompakan pemerintah pusat, Pemkab Cirebon, kelompok tani, dan koperasi.
“Progres pekerjaan ini sangat membanggakan. Dalam waktu relatif singkat, hasilnya sudah terlihat dengan baik berkat sinergi semua pihak,“ ujarnya.
Hermanto menegaskan, UPLAND tidak hanya soal genjot produksi, tapi juga kualitas panen dan kesejahteraan petani.
“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan petani. Karena itu, kualitas produksi harus diperbaiki sejak dari kebun hingga produk sampai kepada pembeli,“ tegasnya.
Diwaktu yang sama, Bupati Cirebon, H. Imron menyebut UPLAND menjadi jawaban atas keluhan petani selama ini, terutama soal akses jalan kebun yang menghambat angkutan panen.
“Alhamdulillah, bantuan ini membantu petani, terutama dalam menunjang akses menuju kawasan perkebunan. Saya berpesan agar infrastruktur yang sudah dibangun dijaga dengan baik supaya bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang,“ katanya.
Ia juga mendorong petani tidak hanya menjual buah segar, tapi mulai mengolah menjadi produk bernilai tambah. Dukungan UPLAND sendiri sudah mencakup 9 unit irigasi air tanah dalam, alat semprot, pupuk NPK, ZPT, hingga bantuan 1 unit mobil dan 3 unit traktor.
Perwakilan CV. Naratama Karya, Alan mengatakan pengerjaan pembangunan Central Warehouse Koperasi Bina Tani Mandiri Desa Sedong Lor dikebut sesuai target 90 hari kalender sehingga bisa langsung dimanfaatkan oleh petani.
“Alhamdulillah pelaksanaan pembangunan Central warehouse sudah selesai 100%. Semoga gudang Central ini bisa lebih memudahkan akses sarana pertanian dan hasil panen dapat tersimpan dengan baik menjelang musim tanam,“ ujarnya
Ketua Koperasi Bina Tani Mandiri, Hendrik Nurwanto menjelaskan, pihaknya menaungi 36 poktan di 7 kecamatan dengan total 550 hektare. Regenerasi menjadi kunci, setiap poktan diwajibkan melibatkan petani milenial.
“Kami mewajibkan setiap kelompok tani melibatkan generasi milenial. Harapannya, anak-anak muda bisa mengikuti perkembangan zaman, teknologi, dan inovasi pertanian,“ ungkapnya.
Untuk buah yang tidak masuk grade A dan B, koperasi mengolahnya menjadi frozen mango atau mangga beku yang menyasar pasar hotel, restoran, dan kafe.
“Buah yang kualitasnya tidak masuk kelas A dan B tetap bisa dimanfaatkan. Melalui pengolahan mangga beku, produk tersebut mempunyai nilai ekonomi dan peluang pasar tersendiri,“ jelas Hendrik. @Ries














