Pelita News | Semarang .- Di tengah tuntutan ketahanan energi dan perubahan teknologi yang bergerak semakin cepat, industri hulu minyak dan gas bumi (migas) menghadapi tantangan yang tak lagi sederhana.

Persoalannya bukan hanya bagaimana menemukan cadangan baru atau mengangkat minyak dan gas dari perut bumi.
Ada teknologi yang terus berkembang, ada tantangan pemulihan cadangan, dan ada kebutuhan publik untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang industri strategis tersebut.
Di titik itulah media mengambil peran.
Puluhan jurnalis dari berbagai wilayah operasional Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa berkumpul di Hotel Tentrem, Semarang, Rabu (30/9/2026), dalam agenda tahunan Temu Insan Media dan Migas (TIMNAS) Regional Jawa 2026.
Forum tersebut bukan sekadar ruang silaturahmi antara perusahaan dan wartawan.
Para jurnalis diajak memahami lebih jauh tentang perkembangan industri hulu migas, teknologi, tantangan operasional, hingga bagaimana isu industri strategis itu diterjemahkan menjadi informasi yang mudah dipahami publik.
TIMNAS Regional Jawa 2026 diikuti perwakilan media dari sejumlah wilayah operasional perusahaan.
Mulai dari Lampung Timur, Lampung, Kepulauan Seribu, Bekasi, Karawang, Subang, Majalengka, Indramayu, Kabupaten Cirebon hingga Kota Cirebon.
Beragam latar wilayah tersebut dipertemukan dalam satu forum yang membahas industri yang memiliki posisi penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Senior Manager Relations Upstream Pertamina Regional Jawa, Rian Dhanisaputra, mengatakan media memiliki posisi penting sebagai jembatan informasi antara perusahaan dan masyarakat.
Menurutnya, informasi mengenai operasi dan bisnis aset migas perlu disampaikan secara tepat dan transparan.
“Kami mengajak rekan-rekan media untuk bersama-sama menumbuhkan dan meningkatkan keterampilan serta pengetahuan. Tim Relations Regional Jawa secara rutin menyelenggarakan pelibatan media agar informasi terkait operasi dan bisnis aset migas yang kami kelola dapat tersampaikan secara tepat,” ujar Rian.
Pesan itu menjadi penting karena industri hulu migas memiliki banyak istilah teknis dan persoalan kompleks yang tidak selalu mudah diterjemahkan kepada masyarakat.
Di sinilah kemampuan jurnalistik diuji: bagaimana fakta teknis tetap utuh, tetapi dapat dipahami pembaca.
TIMNAS 2026 mendapat dukungan dari SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream.
Sejumlah materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perusahaan, tetapi juga menyentuh perkembangan industri hulu migas secara lebih luas.
Dr. A. Rinto Pudyantoro hadir sebagai pembicara untuk membahas masa depan industri hulu migas serta perkembangan teknologi pemulihan migas.
Pembahasan tersebut membawa peserta melihat bahwa perjalanan industri migas tidak berhenti pada eksplorasi dan produksi.
Teknologi menjadi bagian penting dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan kemampuan produksi dari lapangan yang ada.
Namun pengetahuan tentang industri saja belum cukup.
Seorang jurnalis tetap membutuhkan kemampuan untuk mengolah fakta menjadi cerita yang memiliki konteks dan dekat dengan pembaca.
Karena itu, TIMNAS 2026 juga menghadirkan jurnalis senior Farid Gaban.
Ia memberikan pelatihan mengenai jurnalisme sastrawi (literary journalism), sebuah pendekatan penulisan yang dapat membuat berita lebih hidup tanpa meninggalkan fakta jurnalistik.
Bagi jurnalis yang sehari-hari berhadapan dengan angka produksi, istilah teknis, kebijakan energi, dan persoalan operasional, pendekatan tersebut membuka ruang lain dalam bercerita.
Data tetap menjadi fondasi.
Fakta tetap menjadi pijakan.
Tetapi cerita dapat disampaikan dengan bahasa yang lebih manusiawi dan menarik.
Sebab, bagi pembaca, migas bukan hanya tentang sumur, rig, pipa, produksi, dan angka.
Di baliknya ada kebutuhan energi masyarakat, pekerjaan, teknologi, lingkungan, serta masa depan ketahanan energi Indonesia.
Pertemuan di Semarang itu akhirnya mempertemukan dua dunia yang memiliki kepentingan yang sama terhadap informasi: industri yang menjalankan aktivitas hulu migas dan media yang menyampaikan perkembangannya kepada publik.
Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa berharap kolaborasi dengan media dapat terus diperkuat untuk mengawal kinerja perusahaan sekaligus mendukung target ketahanan energi nasional.
Di tengah perubahan industri energi yang terus bergerak, kebutuhan terhadap informasi yang akurat juga semakin besar. @Safaro/Bams














