Pelita News I Indramayu – Suasana Kota Indramayu berubah bak negeri Sakura saat ratusan peserta mengenakan kostum cosplay, yukata, dan haori memenuhi jalanan dalam Karnaval Japanese Culture Festival yang digelar LPK Kaina Indonesia pada Jumat (26/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke- 9 LPK Kaina Indonesia yang berlangsung selama dua hari, 26–27 Juni 2026.
Mengusung tema “Japanese Culture Festival”, peringatan HUT ke 9 tahun ini memadukan unsur pendidikan, budaya Jepang, hiburan, serta kegiatan sosial dan keagamaan. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Gedung PGRI Indramayu dengan melibatkan seluruh siswa, staf, dan jajaran pengajar LPK Kaina Indonesia.
Kegiatan dimulai sejak pukul 06.45 WIB dengan briefing panitia dan persiapan bazar yang diikuti perwakilan siswa dari setiap kelas. Kupon bazar dibagikan kepada seluruh peserta untuk ditukarkan usai parade sebagai bagian dari kemeriahan perayaan.
Puncak kegiatan pagi diwarnai Karnaval Parade Cosplay yang menempuh rute dari Gedung PGRI menuju kawasan Gedung Landraad Indramayu. Parade berlangsung meriah dengan iringan marching band, kendaraan patwal, umbul-umbul, pembawa identitas kelas, shachou, para siswa berkostum budaya Jepang, hingga tim medis yang turut mengawal jalannya kegiatan.
Kehadiran para peserta dengan berbagai karakter anime dan busana tradisional Jepang sukses menarik perhatian masyarakat yang memadati sepanjang rute parade. Banyak warga mengabadikan momen tersebut karena dinilai menghadirkan suasana berbeda di pusat Kota Indramayu.
Usai karnaval, peserta mengikuti berbagai kompetisi bertema budaya Jepang, mulai dari Rodoku (membaca teks bahasa Jepang), Cerdas Cermat Bahasa Jepang, hingga estafet sumpit. Perlombaan tersebut menjadi ajang bagi para siswa untuk mengasah kemampuan berbahasa Jepang sekaligus menumbuhkan kerja sama, sportivitas, dan rasa percaya diri.
Kemeriahan berlanjut pada sesi siang melalui lomba karaoke lagu Jepang dan permainan rebut kursi yang disambut antusias seluruh peserta. Acara kemudian ditutup dengan pembagian hadiah kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih selama kompetisi.
Menjelang sore, suasana berubah menjadi lebih khidmat. Seluruh peserta berganti mengenakan busana muslim atau batik khas LPK Kaina Indonesia untuk mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan.
Acara dilanjutkan dengan Istighosah dan Sholawat Nabi yang diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Bunga Septiana dan Fatwah, kemudian dilanjutkan penampilan Tim Hadroh. Pada kesempatan tersebut, LPK Kaina Indonesia juga menyalurkan santunan kepada 21 anak yatim yang diserahkan langsung oleh shachou, sensei, dan jajaran staf sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat. Seluruh rangkaian hari pertama ditutup dengan tausiyah yang disampaikan Ust. Aas Syafrudin, S.Ag., M.Pd.,
Ketua Pelaksana HUT LPK Kaina Indonesia, Mukhlashin Thamrin, mengatakan peringatan HUT ke-9 sengaja dikemas selama dua hari agar tidak sekadar menjadi seremoni, melainkan juga menjadi sarana pembentukan karakter bagi seluruh siswa.
“Kami ingin ulang tahun LPK Kaina Indonesia tidak hanya menjadi seremoni. Karena itu kami memadukan kegiatan budaya Jepang, perlombaan edukatif, bazar, hingga kegiatan sosial dan keagamaan. Harapannya, siswa tidak hanya semakin terampil dalam bahasa Jepang, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian sosial, dan rasa syukur,” ujar Muklas, sapaan akrabnya.
Menurutnya, tema Japanese Cukture Festival dipilih untuk memberikan ruang bagi siswa mengekspresikan kemampuan dan kreativitas yang selama ini dipelajari di LPK Kaina Indonesia.
“Parade dan cosplay menjadi media untuk mengenalkan budaya Jepang kepada masyarakat. Sementara berbagai perlombaan menjadi ajang mengukur kemampuan siswa sekaligus membangun rasa percaya diri dan kebersamaan,” katanya.
Ia menjelaskan, pemilihan rute parade dari Gedung PGRI menuju kawasan Gedung Landraad juga memiliki makna tersendiri. Selain menghadirkan atraksi budaya Jepang, kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya memperkenalkan sala satu kawasan bersejarah di Kabupaten Indramayu kepada masyarakat.
“Kami sengaja memilih rute yang berakhir di sala satu kawasan gedung bersejarah di Kabupaten Indramayu. Selain menampilkan budaya Jepang melalui parade dan cosplay, kami juga ingin mengajak peserta serta masyarakat untuk lebih mengenal sejarah dan potensi wisata yang ada di Indramayu. Jadi kegiatan ini tidak hanya menjadi kemeriahan untuk ulang tahun Kaina, tetapi juga sekaligus ikut mempromosikan pariwisata daerah,” jelasnya.
Mukhlas menambahkan, LPK Kaina Indonesia ingin menghadirkan peringatan HUT yang tidak hanya mengajarkan budaya Jepang, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap daerah sendiri.
“Kami berharap para siswa tidak hanya mengenal budaya luar, tetapi juga bangga terhadap sejarah dan destinasi yang dimiliki Indramayu. Semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi promosi pariwisata sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dengan pelestarian budaya dan sejarah daerah,” tambahnya.
Menurut Mukhlas, rangkaian istighosah, santunan anak yatim, dan tausiyah menjadi penutup yang sarat makna agar seluruh keluarga besar LPK Kaina Indonesia senantiasa mengedepankan nilai-nilai spiritual di tengah kemajuan pendidikan dan penguasaan budaya asing.
“Usia sembilan tahun menjadi momentum bagi kami untuk terus berkembang, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Semoga LPK Kaina Indonesia terus melahirkan generasi yang berprestasi, berkarakter, dan siap bersaing di dunia kerja, khususnya di Jepang,” pungkasnya. @safaro














