Pelita News | Kab. Cirebon – Komando Distrik Militer (Kodim) 0620/Sumber mengawal percepatan pembangunan koperasi desa di Kabupaten Cirebon sebagai upaya memperkuat ekonomi lokal, khususnya sektor pertanian dan UMKM. Hingga Selasa (5/5/2026), sebanyak 40 titik koperasi telah rampung dibangun dan ditargetkan mencapai 200 titik pada Juli mendatang.
Dukungan TNI terhadap program koperasi desa ditegaskan Dandim 0620/Sumber, Letkol Inf Nizar Bachtiar, saat memantau pembangunan Koperasi Desa Ciledug Wetan, Kecamatan Ciledug, Selasa (5/5/2026).
“Koperasi ini bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat. Hasil pertanian dan UMKM akan diserap, lalu didistribusikan sehingga perputaran ekonomi di desa bisa meningkat,” ujar Nizar.
Nizar menjelaskan, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai gudang penyimpanan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam distribusi dan pemasaran. Selama ini petani kerap menghadapi persoalan harga gabah dan beras yang tidak stabil.
“Ke depan, harga akan lebih terstandar, otomatis kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” tegasnya.
Selain menyerap hasil tani, koperasi juga dilengkapi gerai UMKM untuk menjual produk lokal. Beras dan komoditas pertanian lain tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, tetapi berpotensi menjangkau pasar yang lebih luas.
Progres: 40 Rampung, Target 200 Titik Juli 2026
Pembangunan koperasi di Kabupaten Cirebon menunjukkan progres signifikan. Dari target ratusan titik, sekitar 40 lokasi telah rampung. “Kurang lebih sudah 40 titik yang selesai. Targetnya Juli nanti sekitar 200 titik bisa terealisasi sesuai arahan pemerintah pusat,” ungkap Nizar.
Skema Pembangunan: Desa Siapkan Lahan, TNI Bantu Fisik, Pusat Isi Sarpras
Dalam pelaksanaannya, lahan disiapkan oleh pemerintah desa. Proses pembangunan fisik dibantu TNI. Setelah bangunan selesai, pemerintah pusat akan memenuhi fasilitas pendukung seperti kendaraan operasional, perlengkapan gerai, hingga sarana distribusi.
Setelah seluruh sarana dan prasarana lengkap, koperasi akan diresmikan secara terpusat dan langsung dioperasionalkan. Pengelola koperasi telah ditunjuk dari masing-masing desa untuk memastikan operasional berjalan optimal.
“Semua elemen, mulai dari desa hingga kecamatan, akan terlibat dalam pengelolaannya,” jelas Nizar.
Program koperasi desa ini diharapkan menjadi langkah konkret mendorong kemandirian ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. @Ries














